Potensi Budi Daya Rumput Laut di Lamsel, Menjanjikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Potensi bentang laut yang luas di wilayah pantai timur dan barat Lampung Selatan (Lamsel) dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut. Potensi rumput laut dibudidayakan oleh sebagian warga pesisir pantai dengan sistem budidaya berkelanjutan. Sebagian warga memanfaatkan rumput laut liar yang tumbuh alami pada media batu karang. Kedua jenis rumput laut memiliki nilai ekonomis untuk bahan makanan, kosmetik.

Aliyun, warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menyebut sebagian warga pernah menanam rumput laut jenis spinosum. Namun sebagian berhenti imbas gelombang pasang angin timur.

Aliyun, memperlihatkan jenis rumput laut khasang yang tumbuh alami di pantai Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (27/9/2021) – Foto: Henk Widi

Kerusakan pada rumput budidaya tidak menghalangi sebagian warga memanfaatkan rumput laut alami atau liar. Jenis rumput laut liar yang masih bisa ditemui berupa lukuk uwok, khusing, lumai dan khasang.

Rumput laut liar sebut Aliyun memiliki nilai ekonomis sebagai sumber bahan pangan. Jenis lumai atau anggur laut tumbuh liar pada batu karang, tonggak kayu dan batu pemecah ombak.

Meski tidak dibudidayakan berbagai jenis rumput laut tersebut bisa dijadikan sambal, sayur urap. Sebagian warga memanen rumput laut khusing, khasang untuk digunakan sebagai lalapan.

“Ada yang menjualnya dalam kondisi segar untuk memenuhi kebutuhan orang yang ingin menikmati rumput laut liar sebagai lalapan namun tidak sempat mencarinya. Terutama jenis lumai atau anggur laut sebagai bahan campuran sambal pekhos,” terang Aliyun saat ditemui Cendana News, Senin (27/9/2021).

Aliyun bilang meski sebagian rumput laut bisa dijual dalam kondisi kering, warga belum memaksimalkannya.

Ia menyebut pada sejumlah lokasi seperti pantai Rajabasa dan Sidomulyo, rumput laut dikeringkan. Jenis rumput laut khusing sebutnya dikeringkan untuk bahan pembuatan kosmetik. Meski per kilogram hanya dijual Rp500 tanpa membudidayakan, hasil cukup menjanjikan.

Sejumlah rumput laut segar yang memiliki kandungan gizi, kesehatan diakui Aliyun banyak dimanfaatkan warga. Meski bermanfaat secara ekonomis belum adanya pelatihan, edukasi budidaya membuat warga belum melakukan budidaya.

Budidaya hanya dilakukan pada sejumlah pantai Desa Ruguk, Desa Tridharmayoga dan Desa Legundi.

“Budidaya tetap dilakukan pada jenis rumput laut spinosum memperhatikan kondisi cuaca perairan,” ulasnya.

Warga Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Sulaiman, menyebut jenis rumput laut khusing tumbuh alami pada batu karang. Pantai Pengasinan yang memiliki kontur landai berair jernih menjadi habitat alami jenis rumput liar tersebut.

Pantai pengasinan di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan jadi lokasi Sulaiman dan warga lain mencari rumput liar jenis khusing, Senin (27/9/2021) – Foto: Henk Widi

Ia dan sebagian warga memenuhi permintaan dari pengepul. Bahan rumput laut khusing sebutnya akan digunakan sebagai bahan kosmetik.

“Pemanfaatan rumput laut liar khusing belum diketahui warga sehingga langsung dijual ke pengepul,” ulasnya.

Sulaiman bilang nilai ekonomis rumput khusing sebutnya lebih rendah daripada jenis budidaya. Jenis rumput laut budidaya spinosum bisa mencapai Rp10.000 per kilogram. Sementara jenis rumput laut khusing maksimal bisa mencapai Rp1.000 per kilogram.

Meski tidak dibudidayakan ia menyebut warga tepi pantai bisa tetap menangguk keuntungan dari rumput khusing. Pengeringan dilakukan memakai terpal dengan sinar matahari.

Usaha sektor budidaya rumput laut spinosum masih dijalankan sebagian warga pesisir Ketapang. Kadek Sudire, warga Desa Tridharmayoga menyebut budidaya dengan sistem jalur tambang.

Pengikatan dilakukan pada rumput laut yang bisa dipanen saat usia satu bulan. Penanaman bertahap membuat ia bisa mendapat hasil panen secara berkala. Rumput laut spinosum di tingkat petani dibeli seharga Rp10.000 per kilogram.

Kadek Sudire menyebut potensi pantai yang landai juga dipakai untuk kerang hijau. Tanpa memiliki lahan dengan niat serta pengelolaan yang baik warga pesisir bisa mendapat keuntungan.

Saat angin timur ia menyebut panen dini kerap dilakukan. Sebab saat angin dan gelombang ikatan rumput laut kerap lepas.

Imbasnya rumput laut tidak bisa dipanen, meski demikian ia tetap optimis dengan menanam bibit baru. Sebab rumput laut sudah bisa dipanen saat usia sebulan.

Lihat juga...