PPKM di Minahasa Tenggara Mulai Diperlonggar

Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap - foto Ant

MINAHASA TENGGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, mulai memperlonggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan tersebut diambil, setelah dilakukan evaluasi penyebaran kasus COVID-19.

“Melihat penyebaran kasus warga yang terpapar COVID-19, kami secara bertahap mulai memperlonggar PPKM,” kata Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap, di Ratahan, Minggu (5/9/2021).

Dengan pelonggaran tersebut, rumah ibadah yang sebelumnya ditutup, saat ini sudah bisa dibuka kembali. Hanya saja aktivitasnya tetap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Gereja maupun masjid sudah bisa dibuka kembali meski ada pembatasan untuk jumlahnya,” ujarnya.

Kendati demikian, meski sudah ada pelonggaran, khusus untuk kegiatan kemasyarakatan seperti acara duka dan suka masih dibatasi. “Khusus untuk pesta atau acara sejenisnya belum diperkenankan, sedangkan acara duka itu hanya 1x 24 jam,” kata James.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar, masih menggunakan sistem daring, sambil menunggu seluruh siswa divaksin. “Kami tidak mau cepat-cepat membuka kegiatan persekolahan jika vaksin kepada anak-anak belum semua dilaksanakan,” tandasnya.

James mengimbau, masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, untuk menekan  penyebaran COVID-19. (Ant)

Lihat juga...