PPKM Mulai Longgar, Sejumlah Sekolah di Yogyakarta Bersiap Gelar PTM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di Yogyakarta mulai kembali melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Hal itu dilakukan menyusul adanya kelonggaran status PPKM Di Yogyakarta yang dinyatakan turun dari level 4 ke level 3 beberapa hari kemarin.

Kepala Bidang Humas SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta, Septa Rismanto, Kamis (9/9/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Pihak Pemerintah DIY sendiri saat ini juga tengah melakukan pemetaan terhadap seluruh sekolah, untuk melakukan ujicoba pembelajaan tatap muka secara terbatas. Sekolah yang dinilai layak akan diijinkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan syarat kapasitas maksimal 50 persen.

Salah satu sekolah yang ditunjuk melaksanakan uji coba kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tersebut adalah SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta. Sampai saat ini pihak sekolah mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mempersiapkan hal tersebut.

“Kita ditunjuk karena dinilai telah memenuhi persyaratan yang ada. Selain semua guru dan karyawan seluruhnya telah divaksin, kita juga sudah memiliki sejumlah fasilitas maupun sarana prasarana pendukung penerapan prokes,” ujar Kepala Bidang Humas SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta, Septa Rismanto, Kamis (9/9/2021).

Septa mengatakan, pihaknya telah sepenuhnya siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Salah satu persiapan yang dilakukan untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut adalah dengan membentuk satgas Covid-19 di tingkat sekolah. Sebanyak 10 orang guru telah ditunjuk menjadi anggota.

“Tugas satgas ini adalah mengontrol pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka sesuai prokes yang telah ditetapkan. Termasuk men-tracing riwayat kesehatan seluruh guru, karyawan maupun murid, guna mencegah terjadinya penularan,” katanya.

Memiliki sebanyak 786 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar, pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka nantinya akan dilakukan secara bergiliran atau sistem shift. Ada tiga shift rombongan belajar siswa yang masuk ke sekolah setiap harinya.

Selama kegiatan pembelajaran tatap muka siswa dibuatkan jalur keluar masuk khusus yang terpisah. Selain itu, pembelajaran juga hanya berlangsung singkat selama dua jam. Siswa tidak diperbolehkan keluar masuk ruang kelas. Sementara orang tua wali murid wajib menjemput dan mengantar siswa ke sekolah dengan prosedur ketat.

“Sampai saat ini memang ada orang tua wali murid yang setuju dan ada yang tidak. Kita tidak memaksa. Bagi yang setuju kita minta membuat surat pernyataan. Sementara bagi yang tidak, tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Karena proses pembelajaran tatap muka tetap kita rekam dan bagikan melalui media sosial,” katanya.

Selama masa PPKM Darurat, pihak sekolah sendiri melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring sebagaimana sebelum-sebelumnya. Selain memberikan tugas-tugas pada siswa, setiap guru juga wajib menggelar penyampaian materi pelajaran melalui aplikasi zoom minimal 1 kali dalam seminggu. Penyampaian materi tersebut harus dilakukan tiap guru secara langsung di sekolah dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Sementara itu, untuk memaksimalkan pemahaman terhadap materi pelajaran selama pembelajaran daring, sejumlah siswa di Yogyakarta diketahui rela mengikuti les tambahan secara tatap muka di sejumlah tempat les privat. Hal ini dilakukan karena para siswa mengaku kesulitan mencerna penyampaian materi pelajaran oleh guru di sekolah secara daring.

Salah satunya adalah Citra, murid kelas 6 SD Negeri Pujokusuman ini mengaku rela mengeluarkan biaya Rp25ribu untuk sekali mengikuti les privat. Hal ini ia lakukan demi memahami materi pelajaran dengan lebih baik, yang diharapkan akan bermanfaat untuk proses PPDB atau pendaftaran masuk ke jenjang SMP nantinya.

“Biasanya masuk seminggu tiga kali. Sekali masuk bisa sekitar dua jam. Ya biar tambah paham aja. Karena kalau hanya belajar sendiri atau mendapat materi lewat HP kadang kurang paham,” katanya.

Lihat juga...