Produk Kesehatan Hadapi Persaingan Ketat di Pasar Global

Tangkapan layar Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat hadir secara virtual meresmikan ekspansi ekspor-impor produk konsentrat minuman sehat probiotik Pro EM-1 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021).-Ant

JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito, mengemukakan produk kesehatan di pasar global tengah menghadapi persaingan ketat.

“Kegiatan ekspor dari produk dalam negeri tentunya perlu kita apresiasi, mengingat persaingan di pasar global juga makin ketat, khususnya untuk produk kesehatan di masa pandemi ini,” kata Penny K Lukito, saat hadir secara virtual meresmikan ekspansi ekspor-impor produk konsentrat minuman sehat probiotik Pro EM-1 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021).

Penny mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengedukasi seluruh bangsa, hanya dengan masyarakat yang sehat, ekonomi dan roda kehidupan dapat bergerak, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

Salah satu indikator pencapaian yang dapat diukur adalah penyerapan tenaga kerja serta produksi manufaktur, hingga bisa menghasilkan produk ekspor ke sejumlah negara-negara tujuan.

“Presiden RI selalu mengingatkan, salah satu kunci dari perbaikan ekonomi adalah perbaikan kinerja ekspor nasional,” katanya.

Penny mengemukakan sejumlah persyaratan utama dalam persaingan produk di pasar global, yaitu produk harus memenuhi standar mutu yang berkualitas dan berdaya saing, berstandar internasional, dan dibuat di fasilitas produksi yang juga memenuhi cara-cara pembuatan produk yang baik.

BPOM berkomitmen memberikan dukungan berupa pendampingan teknis pada pelaku usaha, terutama keberpihakan pemerintah untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan usaha terbesar dalam sektor obat dan makanan.

“Agar sebuah produk dapat bersaing di pasar global, diperlukan strategi penetrasi untuk bisa sampai ke negara tujuan ekspor. Termasuk dalam upaya pemenuhan peraturan yang berlaku di negara tujuan ekspor,” katanya.

Untuk itu, kata Penny, BPOM menyediakan suatu layanan konsultasi ekspor terkait informasi peraturan di negara-negara tujuan ekspor, yang didukung oleh data-data intelijen pasar dari kantor perwakilan RI di berbagai negara yang dapat dimanfaatkan.

Penny mengapresiasi capaian PT Agro Mitra Elimentare (AMA) selaku produsen minuman sehat probiotik Pro EM-1, dalam pengembangan usaha hingga mencapai taraf ekspor produk menuju Cina.

“Saya mengapresiasi dan ikut bangga dengan ekspor perdana produk suplemen kesehatan Pro EM1 ke Cina oleh PT AMA. Saya kira tidak mudah untuk menembus pasar, khususnya Cina,” katanya.

Penny menambahkan, ekspor suplemen produk biotik ini adalah bentuk kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan daya saing usaha, sehingga nama Indonesia bisa terangkat di tatanan pasar global. (Ant)

Lihat juga...