Program Internet Masuk Desa DCML Bantar Agung Jangkau 1.000 Lebih Penduduk

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto.(FOTO : Hermiana E.Effendi)

MAJALENGKA — Program internet masuk desa yang digagas Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCMP) Bantar Agung, Kecamatan Sidangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat saat ini sudah berjalan dua bulan dan menjangkau lebih dari 1.000 penduduk desa.

Selama masa pandemi Covid-19, internet menjadi kebutuhan mendasar warga desa, termasuk anak-anak sekolah yang harus menjalani pembelajaran jarak jauh. Sedangkan kawasan Desa Bartar Agung, jaringan internet tidak terlalu bagus dan tidak menjangkau secara keseluruhan, sehingga program internet masuk desa tersebut sangat membantu masyarakat.

“Sudah berjalan dua bulan terakhir dan untuk penggunanya, kalau kita cek setiap harinya sekitar 1.200 orang,” kata Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut Heryanto menjelaskan, saat ini sudah terdapat 26 titik akses internet yang tersebar pada 11 RW di Desa Bantar Agung. Untuk setiap titik akses internet, dipergunakan oleh beberapa rumah warga, ada yang 4 rumah, ada juga yang sampai 6 rumah.

Terkait sistem pembayaran internet masuk desa ini, warga desa hanya perlu membeli voucher internet sebesar Rp 30.000 per bulan dan sudah bisa mengakses internet selama 24 penuh, serta unlimited. Penggunaan voucher tersebut berlaku untuk tiap alat komunikasi, seperti handphone, laptop atau internet.

Aher, sapaan Heryanto mengatakan, untuk jaringan internet kualitasnya bagus dan kecepatannya mencapai 4 mega per detik. Selama dua bulan berjalan, lanjutnya , belum ada keluhan dari warga desa.

“Keluhan yang masuk hanya sebatas jika ada hujan atau petir, karena kita menggunakan jaringan kabel, tetapi untuk kecepatan akses tidak ada keluhan sama sekali,” ucapnya.

Salah satu warga Desa Bantar Agung yang menggunakan program internet masuk desa, Dadang mengatakan, keberadaan program internet masuk desa sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Dadang merupakan pengguna pertama jaringan internet masuk desa dan sampai dengan dua bulan ini, ia mengaku tidak ada kendala.

“Yang pasti jaringannya lebih bagus dan dari sisi harga juga jauh lebih murah, jadi sangat membantu kami, warga desa yang selama ini banyak terkendala jaringan internet. Baik untuk anak-anak yang pembelajaran daring ataupun untuk bisnis online, sangat bermanfaat,” tuturnya.

Program internet masuk desa yang didukung penuh oleh Yayasan Damandiri ini menjawab kebutuhan masyarakat Desa Bantar Agung yang memang masih minim sarana internet. Pihak yayasan memberikan modal awal untuk pembukaan jaringan internet sekitar Rp80 juta hingga Rp90 juta. Modal tersebut untuk pembukaan jaringan baru, pembelian alat-alat seperti bandwidth, modem dan lain-lain.

Lihat juga...