PTM di Temanggung Berjalan Baik

TEMANGGUNG  – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah bagi anak TK/PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, secara umum berjalan dengan baik, kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo.

“Siswa sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan pelaksanaan PTM sesuai dengan skenario yang sudah ditetapkan,” katanya di Temanggung, Selasa.

Ia menyampaikan PTM yang dilaksanakan di Kabupaten Temanggung sudah sesuai dengan SKB 4 menteri, di mana untuk TK/PAUD diselenggarakan maksimal 5 anak per kelas dan dibatasi maksimal dua kali dalam seminggu.

“Siswa SD 50 persen per kelas dan hanya dua kali pertemuan dalam seminggu, setiap pelajaran berlangsung 30 menit kali 5 pelajaran. Sedangkan tingkat SMP 3 kali tatap muka dalam sepekan dengan waktu 30 menit kali 6 pelajaran,” katanya.

Ia menuturkan dari pantauan yang dilakukan, PTM berjalan dengan baik sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga.

“Pantauan kami lakukan, antara lain di SMP Pringsurat, Candiroto, Tlogomulyo, Kaloran, Temanggung, dan Bulu kemudian SD Jampiroso, Kowangan, Nampirejo, Tanjungsari,” katanya.

Ia menyampaikan memang ada beberapa kendala yang dihadapi dalam PTM, namun bisa diatasi sehingga pelaksanaan PTM bisa terus berlanjut pada hari ini yang merupakan hari kedua PTM.

“Memang ada beberapa kendala, namun kendala yang dialami langsung bisa ditangani oleh pihak sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan kendala tersebut antara lain jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas, contohnya di SD Jampiroso 1 ada sedikit masalah di pergantian shift siswa karena jumlah siswa di sekolah tersebut cukup banyak.

“Kendala ini langsung diatasi oleh pihak sekolah dan hari ini sudah dilakukan hanya satu shift tetapi siswa tetap masuk dua kali dalam seminggu,” katanya.

Selain itu, kendala lainnya yakni sarana prasarana di sekolah kurang berfungsi dengan baik, karena sudah lama tidak digunakan.

“Langsung kami berikan arahan agar segera dicukupi, sehingga sarana dan prasarana penunjang PTM bisa digunakan dengan baik oleh siswa dan guru. Karena sarana dan prasarana ini sangat penting,” katanya.

Ia menyampaikan dalam monitoring juga ditemukan kondisi anak kurang enak badan dan diberikan arahan untuk tidak melakukan PTM dulu, cukup melaksanakan pembelajaran jarak jauh. (Ant)

Lihat juga...