PTM Terbatas Jenjang Dikdas di Semarang Diikuti Semua Kelas

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan seluruh pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang digelar pada jenjang pendidikan dasar (dikdas), mulai dari TK-SD-SMP, akan diikuti oleh seluruh kelas.

“Jadi pelaksanaan PTM terbatas untuk di Kota Semarang, akan diikuti semua kelas, yang dilaksanakan secara bertahap. PTM dimulai pada Senin (30/8/2021) lalu, yang diikuti oleh siswa kelas 8- 9 SMP dan kelas 6 SD. Minggu ini diikuti oleh siswa kelas 7-8-9 SMP dan 5-6 SD, maka minggu depan mulai Senin (13/9/2021), tingkatan kelasnya bertambah,” papar Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (9/9/2021).

Pihaknya berharap, dengan makin membaiknya kondisi, terutama terkait angkat Covid-19 yang makin menurun, nantinya semua kelas di pendidikan dasar bisa mengikuti PTM terbatas.

“Ya, harapannya seperti itu, kelas 7-9 untuk SMP, kelas 1-6 untuk SD serta TK,”ucap Gunawan.

Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (9/9/2021). –Foto: Arixc Ardana

Di sisi lain, Disdik Kota Semarang juga memastikan seluruh siswa yang mengikuti PTM sudah mendapatkan izin dari orang tua/ wali masing-masing.

“Ini menjadi syarat, jadi siswa yang mengikuti PTM harus mendapat izin dari orang tua atau wali. Sementara buat siswa yang belum diizinkan, bisa tetap mengikuti pembelajaran secara daring, sebab dalam pelaksanaan PTM terbatas ini kita menerapkan sistem blended learning atau penggabungan antara tatap muka dan online secara bersamaan,” terangnya.

Dirinya juga memastikan, dengan sistem atau metode blended learning tersebut, seluruh siswa bisa mendapatkan kualitas pembelajaran yang tidak jauh berbeda.

“Metode ini juga menjadi salah satu solusi terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online itu, yang dinilai belum optimal dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dengan sistem blended learning ini, siswa juga bisa tetap berinteraktif dengan guru, meski di rumah,” tandasnya.

Sementara terkait jadwal siswa dalam pelaksanaan PTM terbatas, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing satuan pendidikan.

“Kalau saya lihat, umumnya berdasarkan nomer urut absen, ganjil genap, karena memang per kelas dibatasi kapasitas 50 persen. Sementara pelaksanaan PTM ini hanya 4 hari per minggu, meski per anak hanya masuk 2 hari, sementara untuk hari Jumat-Sabtu, seluruhnya dilaksanakan secara daring,”lanjutnya.

Dicontohkan, untuk siswa dengan nomer absen ganjil, akan masuk ke sekolah mengikuti PTM pada Senin-Selasa, kemudian nomer genap, mengikuti PTM pada Rabu-Kamis. Sedangkan Jumat-Sabtu, seluruhnya dilaksanakan secara online.

Terpisah, terkait pelaksanaan PTM terbatas, salah satu orang tua siswa, Widiyanti, mengaku sudah mendapatkan formulir dari sekolah terkait perizinan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka tersebut.

“Pada Juni 2021 lalu sudah diminta untuk mengisi formulir, apakah mengizinkan atau tidak anak saya untuk mengikuti PTM yang rencananya dilaksanakan pada Juli 2021, namun karena angka Covid-19 di Kota Semarang masih tinggi, kemudian diundur,” terangnya.

Kemudian, setelah PTM terbatas sudah dilaksanakan pada Senin (30/8/2021), dirinya kembali mendapatkan formulir dari sekolah anaknya, SDN Sumurboto Semarang, terkait perizinan keikutsertaan.

“Kemarin (Rabu-red), kembali diminta mengisi kembali, rencananya untuk siswa kelas IV SD, pelaksanaan PTM akan dilakukan pada Senin (13/9/2021) depan,” papar warga Tembalang, Semarang, tersebut.

Dirinya pun berharap, dalam pelaksanaan PTM terbatas tersebut dilakukan pengawasan secara baik, terkait penerapan protokol kesehatan, sehingga siswa bisa tetap aman dan terhindar dari Covid-19.

Lihat juga...