Pujasera Alun-Alun Situbondo Masih Sepi Pembeli

Editor: Makmun Hidayat

SITUBONDO — Satu bulan lamanya pedagang yang berada di area Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Alun-alun Situbondo kembali aktif berjualan. Namun, omzet yang didapatkan masih belum meningkat.

Sarmuji, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo mengatakan, dagangannya masih mengalami sepi pembeli setiap hari. Hal itu juga disebabkan karena pengunjung yang ada masih minim sekali.

“Saat ini pengunjung yang biasanya ramai hanya di waktu tertentu saja, seperti hari Minggu,” ujar Sarmuji kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Selasa (21/9/2021).

Sarmuji,, saat ditemui di area Pujasera Alun-alun Situbondo, Selasa (21/9/2021) siang. -Foto Iwan Feri Yanto

Sarmuji mengatakan, setiap harinya pendapatan yang dihasilkan dari penjualan es miliknya masih minim. Sehari ia membawa pulang uang sebesar Rp50.000. “Itu pun kalau ada pembeli, saya bisa bawa pulang uang Rp 50.000 kadang pula tidak sampai segitu,” ucapnya.

Sebagai pedagang, tentu ia menginginkan pengunjung yang datang bisa ramai kembali. Namun, Sarmuji mengakui, keberadaan pengunjung yang datang ke alun-alun masih beberapa orang saja.

“Baru pada saat hari Minggu saja pengunjung ramai datang ke sini. Uang yang bisa saya bawa pulang bisa mencapai Rp200.000,” ungkapnya.

Namun, Sarmuji mengaku, dirinya masih bersyukur, bisa kembali membuka usahanya kembali, daripada ia harus berhenti untuk menjual usaha es yang ia jalani beberapa tahun sebelumnya.

“Hampir tiga tahun saya jualan es. Profesi sebagai pedagang tentu berdampak besar apabila tidak bisa berjualan. Karena pemasukan untuk kebutuhan keluarga terus berjalan setiap harinya,” ucapnya.

Secara terpisah, Novita Sari, warga Kelurahan Patokan, mengatakan, ia mengaku membuka usaha sebagai pedagang nasi dan kopi. Usaha yang laku terjual selama ini yakni minuman kopi.

“Hampir jarang pengunjung yang datang membeli makan di sini. Paling sering mereka membeli kopi saja,” ucapnya.

Novi mengaku, hasil yang ia dapatkan hanya bisa cukup sebagai kebutuhan modal dan makan untuk keluarganya.

Lihat juga...