Purbalingga Hentikan Seluruh Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi akhirnya mengintruksikan agar semua kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada seluruh-sekolah di Kabupaten Purbalingga dihentikan, pasca-munculnya klaster sekolah.

Seluruh sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, MTs hingga Madrasah Aliyah (MA) dan SMA. Termasuk bimbingan belajar (bimbel)  juga dilarang untuk PTM.

“Untuk sementara PTM kita hentikan semua, untuk seluruh jenjang pendidikan, sampai ada Standard Operating Procedure (SOP) baru yang lebih detail mengatur tentang PTM,” jelas Bupati, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut bupati yang biasa disapa Tiwi ini menyampaikan, kemunculan klaster pada satuan pendidikan harus segera disikapi dengan menyusun SOP yang lebih detail dan ketat. Dan ia juga mengingatkan agar sekolah-sekolah tidak mengadakan PTM tanpa adanya rekomendasi dari tim gugus tugas.

“Ini pelajaran berharga, sehingga saya berharap sekolah tidak melaksanakan PTM secara diam-diam, semua harus mengikuti aturan, karena risiko pada satuan pendidikan lebih besar, melibatkan siswa,” tuturnya.

Untuk menguatkan intruksi bupati terkait penghentian kegiatan PTM tersebut, Sekda Purbalingga, Herni Sulasti sudah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk menghentikan PTM sementara. Melalui SE nomor 420/17630 tertanggal 21 September 2021 ditegaskan, bahwa penyelenggaraan PTM harus dengan seizin dari Satgas Covid-19.

Surat edaran tersebut ditujukkan kepada kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Satuan Pendidikan, Korwilcam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pengelola bimbingan belajar atau bimbel yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Untuk satuan pendidikan ataupun bimbingan belajar  yang sudah terlanjur melaksanakan PTM, kita minta untuk segera menghentikan sementara waktu,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, dalam minggu ini muncul klaster baru pada dua sekolah di Kabupaten Purbalingga yaitu SMP Negeri 4 Mrebet dan SMP Negeri 3 Mrebet. Pada SMP N 3 Mrebet ditemukan 61 siswa terkonfirmasi positif Covid-19 dan di SMP N 4 Mrebet ada 90 siswa yang positif Covid-19.

Para siswa tersebut diketahui positif setelah mengikuti rapid test antigen, dalam rangka persiapan untuk mengikuti PTM. Sehingga para siswa tersebut batal mengikuti PTM dan selanjutnya dilakukan isolasi terpusat untuk para siswa yang positif.

Menurut Bupati, sebagian besar para siswa merupakan orang tanpa gejala (OTG). Setelah dinyatakan positif melalui rapid test antigen, selanjutnya akan dilakukan tes PCR untuk memastikan kevalidan hasil tes.

Lihat juga...