Rasio Pelacakan COVID-19 di Sulut Masih Rendah dan Butuh Ditingkatkan

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (dua dari kiri), memuji tenaga kesehatan yang bertugas memvaksin warga di Sulawesi Utara, Sabtu (4/9/2021) - Foto Ant
JAKARTA – Rasio pelacakan atau tracing kasus COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini masih cukup rendah. Rasio yang dimiliki daerah tersebut saat ini baru satu berbanding tiga, atau dari satu kasus positif, baru dilakukan pelacakan ketiga orang.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut diminta untuk meningkatkan rasio pelacakan (tracing) kontak erat COVID-19. Pemerintah telah menetapkan target tracing dari setiap satu kasus positif adalah 15 orang, “Target kita harus 1 banding 15. Artinya saat ini baru tiga orang dilacak dari satu kasus konfirmasi (di Sulawesi Utara),” kata Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sabtu (4/9/2021).

Dari laporan yang diterima, Panglima TNI juga mendorong Pemprov Sulut untuk berusaha keras menurunkan tingkat kasus positif (positivity rate) COVID-19. “Rata-rata positivity rate Provinsi Sulut berada di angka 19,21 persen. Masih jauh di atas standar yang ditetapkan oleh WHO, yaitu di bawah lima persen,” sebut Panglima TNI.

Marsekal Hadi Tjahjanto, saat menemui Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, menyebut ada beberapa daerah di Sulut yang belum melaporkan jumlah pemeriksaan, pelacakan dan tingkat keterisian tempat tidur di RS. Seperti yang dilakukan Kabupaten Bolaang Mongondo, padahal di daerah itu kasus konfirmasi positifnya relatif tinggi. “Kunci keberhasilan pengendalian COVID-19 di Sulawesi Utara adalah meningkatkan tracing kontak erat. Tracing kontak erat memang harus benar-benar kita masifkan,” tegas Panglima TNI.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyampaikan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di daerahnya cukup tinggi. “Itu tidak terlepas dari komitmen dan sinergitas TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi, termasuk dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi,” terang Olly.

Panglima TNI bersama Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjau penanggulangan COVID-19 di Sulawesi Utara, Sabtu. Dalam kunjungan itu, Panglima bersama rombongan mengawasi pelaksanaan vaksinasi massal penyuntikan 2.000 dosis. Vaksinasi itu didukung oleh 80 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 40 orang dari TNI, 16 orang dari kepolisian, dan 24 dari pemerintah daerah.

Tidak hanya di tempat yang dikunjungi oleh Panglima, vaksinasi massal juga berlangsung di tiap-tiap Kodim di Sulsel pada Sabtu (4/9/2021). Target keseluruhannya, kegiatan itu dapat memvaksin total 2.000 orang per hari. Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Panglima TNI juga memeriksa pelaksanaan pelacakan menggunakan aplikasi Silacak, yang merupakan aplikasi yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk membantu pelacakan dan pendataan pasien serta kontak erat COVID-19. (Ant)

 

Lihat juga...