Resnarkoba Polres Jakarta Pusat Ringkus Sembilan Bandar Sabu Jaringan Malaysia

Para tersangka yang berhasil di amankan Tim Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu(15/9/2021) - Foto Ant

JAKARTA – Tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, berhasil meringkus sembilan orang bandar narkoba jenis sabu. Penangkapan dilakukan di dua lokasi di Jakarta Timur.

Para tersangka merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional dari Malaysia. Mereka berperan sebagai pengedar di Jakarta. Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koesheryanto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, sembilan orang tersangka itu berperan sebagai bandar.

Jaringan narkoba internasional tersebut mendapatkan pasokan dari Malaysia dan mengedarkannya di Jakarta. “Kami mengungkap peredaran sabu dari dua TKP (tempat kejadian perkara) dari jaringan yang sama. Jadi, kita amankan bandarnya, diindikasi ini jaringan dari Malaysia,” kata Setyo, Rabu (15/9/2021).

Setyo menjelaskan, barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan mencapai 2 kilogram Ada pun penangkapan komplotan pengedar sabu tersebut, bermula dari adanya informasi masyarakat, tentang peredaran barang haram itu di Jakarta Pusat, yang kemudian dilakukan penelusuran. Dari penelusuran itu, diketahui bahwa barang haram itu bersumber dari seorang pengedar berinisial MW alias B, yang berhasil diamankan di rumahnya, Jalan H. Husin Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dari hasil penggeledahan, Polisi mengamankan satu bungkus plastik narkoba jenis sabu seberat 975, 8 gram, telepon seluler, dan alat hisap sabu atau bong. Polisi lalu mengembangkan temuannya itu untuk menyasar bandar lain. Dari hasil pengembangan, Polisi menyelidiki delapan orang lainnya yang tinggal di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur. Kedelapan bandar itu ditangkap di sebuah rumah kost Jalan Balai Rakyat,  Pulogadung, Jakarta Timur, dengan barang bukti sabu siap edar.

“Awal penyelidikan dari Jakarta Pusat, kemudian kita kembangkan, dan kemudian mengamankan bandarnya di dua lokasi yang berbeda di Jakarta Timur. Pertama di Ciracas, dan kedua di Pulogadung,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun. (Ant)

 

Lihat juga...