Sanggar Kesenian Kampung Blekok Edukasi Anak Belajar Karawitan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SITUBONDO – Musik berbasis karawitan merupakan bagian dari kesenian khas daerah yang perlu dilestarikan serta dikembangkan. Sanggar Kesenian Kampung Blekok, misalnya, adalah salah satu komunitas yang berupaya mendidik anak untuk mencintai musik tradisional seperti karawitan.

Dini Tripasrini, pembina Sanggar Kesenian Kampung Blekok mengatakan, musik tradisional perlu terus dikembangkan seiring dengan kemajuan zaman agar tetap menjadi musik yang terus hadir di tengah masyarakat.

Dini Tripasrini, saat ditemui Cendana News di Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Minggu (12/9/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Musik tradisional itu, tidak hanya melantunkan alunan musik saja. Tentu ada makna atas suara musik yang dilantunkan dari aransemen yang beragam macam,”  ujar Dini Tripasrini kepada Cendana News, di Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Minggu (12/9/2021).

Dini mengatakan, dalam hal melestarikan musik tradisional, perlu peran aktif anak muda, agar kesenian lokal tetap terjaga.  Sebab, salah satu kendala pengembangan musik tradisional karena minat anak muda rendah.

“Seorang anak memiliki potensi dan bakat masing-masing, sekalipun mereka masih duduk di sekolah dasar,” ucapnya.

Untuk mengembangkan potensi dan bakat anak, Dini menyebutkan, maka perlu memberikan ruang agar bisa tersalur.

“Sejak dibukanya wahana wisata Kampung Blekok, Sanggar Kesenian Kampung Blekok turut dibangun dengan memanfaatkan sumber daya manusia mulai dari anak-anak yang masih SD di sekitar tempat wisata. Hal ini untuk menarik minat anak mempelajari kesenian tradisional. Caranya dengan melibatkan langsung mereka,” ungkapnya.

Dini mengaku, tidak ada kesulitan untuk mengarahkan anak memainkan alat musik yang ada. Menurutnya, ia hanya perlu mengarahkan salah satu alat musik yang perlu dipelajari.

“Saya hanya mengarahkan mereka belajar memainkan alat musik saja yang fokus harus ia pelajari. Selebihnya, mereka belajar sendiri melalui media sosial youtube,” jelasnya.

Karena tersedia media sosial, Dini mengaku lebih memudahkan anak untuk belajar secara otodidak.

Deni, anak siswa sekolah dasar yang masih duduk di bangku kelas 5, mengaku, dirinya saat ini fasih dalam memainkan alat musik kendang. Kefasihan dirinya memainkan alat musik, ia dapatkan dengan cara belajar sendiri melalui  youtube.

“Selain belajar bersama, saya juga belajar melihat youtube. Karena selama pandemi Covid-19, kegiatan belajar bersama jarang dilakukan,” ucapnya.

Lihat juga...