Sebagian Masyarakat Masih Dihinggapi Rasa Takut Efek Samping Vaksinasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Kehadiran vaksin Covid-19 tidak sepenuhnya disambut positif oleh masyarakat. Tidak sedikit di antara mereka yang menolak vaksinasi atau terpaksa melakukan karena butuh sertifikatnya untuk berbagai kegiatan di luar rumah.

Neneng Winanti (39) misalnya. Warga desa Pakutandang, Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengaku mengikuti vaksinasi karena butuh sertifikat tersebut untuk memenuhi syarat administrasi ke luar kota.

“Saya dengan suami kerja di Sumatera, tidak bisa pergi kesana kalau tidak ada sertifikat vaksin. Padahal saya sebetulnya tidak mau divaksin, takut tidak cocok sama badan,” ujar Neneng, Kamis (2/9/2021) usai mengikuti program vaksinasi di kantor desa.

Neneng menyebut, bukan hanya dirinya yang sejatinya enggan menerima vaksin Covid-19, suami nya pun demikian. Namun lagi-lagi, karena banyak keperluan yang mengharuskan adanya sertifikat vaksinasi.

“Kalau dipikir-pikir kita itu memang sengaja dipaksa harus vaksin. Tapi setelah divaksin sih belum ada efek apa-apa, paling cuma ngantuk aja. Semoga saja betul-betul tidak apa-apa,” tukas Neneng.

Di tempat berbeda, Emen (69), warga kampung Babakan Sukasari, Arjasari, Kabupaten Bandung justru mengaku tidak minat sama sekali dengan vaksinasi.

“Bapak mah takut. Lagian sudah tua begini, terus juga tidak pernah pergi jauh, jadi buat apa vaksin. Tapi bapak tetap patuh anjuran pemerintah soal protokol kesehatan, kalau keluar rumah pasti pakai masker,” ujarnya.

Sejauh ini, Emen mengaku tidak pernah diminta atau dipaksa oleh siapapun untuk mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19, walaupun sudah beberapa kali dibuka program vaksinasi gratis di puskesmas Arjasari.

“Memang bapak dengar ada vaksinasi buat lansia, tapi bapak tidak mau. Takut ada efek sampingnya,” pungkas Emen.

Lihat juga...