Sejumlah Kedai Kopi di Maumere Tutup karena Sepi Pembeli

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Penjualan kopi di beberapa kedai di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur,  sepi pembeli sehingga banyak yang tutup.

“Sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan, apalagi ada PPKM Level 4, kedai kopi saya sepi,” sebut Elisia Digma Dari, pemilik Kedai Kopi Mokblek di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Selasa (14/9/2021).

Elis, sapaannya, mengaku terpaksa menutup sementara kedai kopinya dan memilih berjualan rujak keliling di Kota Maumere untuk mendapatkan penghasilan.

Pemilik Kedai Kopi Mokblek di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Elisia Digma Dari, saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (14/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya mengaku menawarkan rujak yang dibuat sendiri dari buah-buahan lokal, seperti pepaya, mangga, kedondong dan lainnya.

“Saya menjualnya secara daring dan bila ada yang memesan, saya paginya mengantar ke tempat pembeli. Lumayan dalam sehari saya bisa mengantongi keuntungan lumayan,” ujarnya.

Elis mengaku, awalnya bergelut di dunia pariwisata dengan menjadi tour guide, namun dampak pandemi membuat dirinya kehilangan mata pencaharian.

Hal senada juga disampaikan Sonya da Gama, pemilik Kedai Kopi Floresa, yang mengaku terpaksa menutup kedai kopi miliknya akibat sepinya pembeli.

Sonya mengatakan, selain kedai kopinya sepi, kios sovenir (Art Shop) miliknya pun ikut sepi pembeli, karena tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Kota Maumere.

“Situasi saat ini sangat sulit, sehingga saya terpaksa menjual aset agar bisa membayar utang dan bertahan hidup. Saya sempat mencoba menjual makanan, namun tidak bertahan lama,” ungkapnya.

Sonya menyebutkan, dirinya masih beruntung karena tidak mempekerjakan karyawan, sehingga bisa leluasa membuka tempat usahanya tanpa sibuk memikirkan gaji karyawan.

Lihat juga...