Sejumlah Sekolah di Kabupaten Bandung Mulai Gelar PTM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — SD Negeri 1 Babakan, Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sudah tidak lagi menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) pada Kamis (2/9/2021) lalu.

Selvi Anindita salah seorang guru di SD Negeri 1 Babakan, Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ditemui Kamis (16/9/2021). Foto : Amar Faizal Haidar

Selvi Anindita, salah seorang guru di sekolah tersebut mengatakan, seluruh wali murid telah memberikan izin kepada anak-anak mereka untuk mengikuti PTM di sekolah.

“Jadi sejak dimulai, seluruh siswa sudah mengikuti PTM. Alhamdulillah sampai saat ini semua berlangsung baik, kondusif dan aman,” ujar Selvi kepada Cendana News, Kamis (16/9/2021) di SD Negeri 1 Babakan.

Selvi menjelaskan, proses pembelajaran dalam satu kelas di bagi kedalam dua shift. Yang pertama dimulai pukul 07.00 sampai 09.00 Wib. Sementara yang kedua dimulai pada 09.00 sampai 11.00 Wib.

“Misalkan di kelas lima itu ada 36 siswa, maka dibagi dua jadi 18 siswa dalam satu shiftnya. Dengan demikian semua anak bisa ikut PTM setiap hari dan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” kata Selvi.

Lebih lanjut, Selvi mengungkapkan, saat ini pembelajaran tatap muka memang masih dibatasi hanya dua jam dalam sehari. Kedepan, apabila sudah situasi pandemi semakin membaik, maka secara perlahan pembelajaran dikembalikan seperti normal.

“Pelan-pelan kita usahakan ke arah sana. Keputusan seperti ini kan bukan kemauan kita saja, tapi memang instruksi dari atasan. Semoga situasi ini bisa segera terkendali,” papar Selvi.

Di tempat berbeda, Aidah (38), salah seorang wali murid yang bersekolah di SD Negeri 1 Babakan mengaku sangat mendukung PTM. Pasalnya ia menyadari betul, pembelajaran secara online sangat tidak efektif.

“Selama pembelajaran online itu sebetulnya anak-anak hampir tidak belajar sama sekali. Boro-boro belajar, hp tidak punya,” kata Aidah.

Ia pun percaya, pihak sekolah telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman dan lancar.

“Saya sudah lihat ke sekolah, ada tempat cuci tangannya, lengkap dengan sabunnya juga. Terus guru juga sudah kasih penjelasan kalau di kelas tidak full, jadi saya sih aman aja lah,” pungkas Aidah.

Lihat juga...