Sejumlah Sekolah di Yogyakarta Mulai Gelar PTM Terbatas

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di kota Yogyakarta baik itu tingkat SD, SMP hingga SMA mulai menjalankan Pembelajaan Tatap Muka (PTM) secara terbatas sejak awal pekan ini.

Hal itu dilakukan menyusul mulai turunnya level PPKM di wilayah Yogyakarta serta capaian pelaksanaan program vaksinasi di tingkat pelajar yang telah mencapai 80 persen lebih.

Pihak sekolah sendiri diberikan kebebasan untuk menjalankan PTM secara terbatas yang berlangsung sejak Senin kemarin. Baik itu berdasarkan kemampuan dan kelengkapan fasilitas sekolah dalam menjalankan prokes, maupun persetujuan masing-masing wali murid atau orangtua siswa.

Di SD Negeri Margoyasan Yogyakarta, hanya siswa kelas V dan VI saja yang mulai menjalankan PTM secara terbatas. Sementara siswa kelas I, II, III dan IV tetap menjalankan pembelajaran secara online atau daring.

Kepala Sekolah SD Negeri Margoyasan, Yogyakarta, Walyanto, Kamis (23/9/2021). -Foto: Jatmika H. Kusmargana

Meski begitu PTM tetap dilakukan dengan penerapan prokes secata ketat, di mana proses pembelajaran hanya berlangsung selama 3 jam serta kapasitas murid maksimal 50 persen per kelas.

“Siswa kelas V dan VI sudah mulai mengikuti PTM sejak Senin kemarin. Tapi kita batasi hanya 50 persen murid saja per kelas. Jadi sistemnya bergantian setiap hari, 50 persen siswa PTM di sekolah sedangkan 50 persen siswanya mengikuti pembelajaran langsung di rumah secara online ,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri Margoyasan Yogyakarta, Walyanto, Kamis (23/9/2021).

Pihak sekolah mengatakan sampai dengan hari ke 4 ini, tidak ada persoalan ataupun kendala berarti dalam melaksanakan PTM di sekolah. Hal itu disebabkan karena pihak sekolah telah sepenuhnya siap menjalankan PTM, baik itu dari sisi SDM, kelengkapan fasilitas pendukung prokes hingga syarat ketercapaian vaksinasi.

“Sebelum PPKM digelar, kami sebenarnya juga sudah melakukan uji coba PTM bagi semua siswa mulai dari kelas I sampai VI. Sehingga kami sudah lebih siap melaksanakan PTM kali ini, karena sudah memiliki pengalaman sebelumnya,” katanya.

Dari total sekitar 160 murid di SDN Margoyasan, diketahui mayoritas orangtua atau wali murid memang telah menyetujui dan mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Meski begitu pihak sekolah belum bisa menjalankan PTM bagi seluruh siswa di semua jenjang kelas, karena masih melihat perkembangan situasi yang ada.

“Kita lihat dulu uji coba ini berjalan seperti apa. Kalau memang sampai nanti bisa lancar dan tidak ada kendala, ada kemungkinan siswa kelas I-IV juga akan kita minta masuk ke sekolah. Meskipun tetap secara bertahap dan seizin pihak-pihak terkait khususnya dinas,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang siswa Agnia, mengaku senang bisa kembali bersekolah. Meski harus menjalani prokes secara ketat ia mengaku gembira karena bisa kembali bertemu dengan teman-teman sebayanya.

“Ya senang. Bisa ketemu teman-teman lagi. Walaupun cuma sebentar, karena begitu selesai pelajaran harus langsung pulang,” ungkapnya.

Lihat juga...