Sekolah di Palangka Raya Diizinkan Laksanakan PTM Terbatas

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah, mengatakan, bahwa sekolah di kota setempat mulai dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Untuk di kota silakan saja namun seluruh ketentuan harus terpenuhi dan tetap harus melaporkan seluruh kegiatan kepada Satgas COVID-19,” kata Akhmad Fauliansyah di Palangka Raya, Rabu.

Dia menerangkan di antara ketentuan itu seperti yang telah tercantum di dalam Surat Keputusan Bersama 4 menteri tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Di dalam SKB ini diatur sejumlah ketentuan mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 seperti Penyelenggaraan pembelajaran dapat dilakukan tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan/atau melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Kemudian seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap. Orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

Penyediaan layanan pembelajaran dalam hal ini vaksinasi untuk seluruh tenaga pendidik dilaksanakan paling lambat tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran.

Jika berdasarkan hasil pengawasan ditemukan kasus konfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan, maka pemerintah wajib melakukan penanganan kasus yang diperlukan dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan.

“Artinya pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dapat dilakukan jika sekolah atau penyelenggara pendidikan telah memenuhi seluruh ketentuan yang ada,” katanya.

Termasuk lanjut dia, menyiapkan satuan tugas khusus, menyediakan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan, memastikan seluruh satuan pendidik dan siswa menggunakan masker selama PTM terbatas dilaksanakan.

“Selain itu pembelajaran tatap muka terbatas hanya dapat dilaksanakan di wilayah yang masuk zona hijau penyebaran COVID-19,” kata Akhmad Fauliansyah.

Meski demikian, lanjut dia, untuk sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di bawah wewenang Pemerintah “Kota Cantik” sampai saat ini belum ada yang melaksanakan PTM terbatas.

“Kita lakukan simulasi dan uji coba dulu untuk melihat potensi pelaksanaan PTM terbatas nantinya. Ini juga untuk mematangkan persiapan dan antisipasi berbagai kemungkinan TPM terbatas selama pandemi COVID-19,” katanya.

Dia menerangkan pelaksanaan uji coba PTM terbatas itu mengacu pada keputusan Wali Kota Palangka Raya nomor 188.45/168/2021 yang diterbitkan Juni lalu.

“Kita sangat ingin siswa ini dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka meski terbatas. Mereka juga rindu untuk bertatap muka. Namun kesehatan masyarakat dalam hal ini siswa dan tenaga pendidik juga tetap diutamakan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...