Sente Hijau Alternatif Bahan Pangan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Beragam tanaman umbi-umbian bisa menjadi alternatif bahan pangan pengganti nasi. Bahkan, umbi sente hijau yang pernah booming sebagai tanaman hias. Umbi sente hijau ini memiliki beragam manfaat, dan mudah dibudidayakan.

Jupriyana, salah satu petani di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, mengaku membudidayakan sejumlah tanaman umbi. Selain talas mbothe, bentul dan ganclong, ia juga menanam umbi sente hijau. Semula, sente hijau itu digunakan sebagai tanaman hias, namun bisa digunakan untuk bahan pangan.

Budi daya umbi sente hijau, sebut Jupriyana cukup mudah. Ia mendapatkan bibit dari salah satu kerabatnya di Lampung Timur dengan satu umbi berukuran besar. Umbi sente hijau selanjutnya dibelah dengan ukuran kecil menyesuaikan mata tunas. Tunas disemai dalam bedengan memakai media tanam pupuk kandang yang subur. Setelah dua pekan, umbi telah bertunas siap dipindahkan ke lokasi tanam.

Tanaman umbi sente hijau atau Alocasia macrorrhizos itu memiliki ciri fisik daun lebih lebar, ukuran lebih tinggi dibanding talas lain. Budi daya umbi sente hijau berguna untuk cadangan pangan, antara lain bisa dibuat keripik, direbus, digoreng menjadi bola bola. Kuliner yang beragam kaya karbohidrat menjadi sumber alternatif pangan pengganti nasi. Sebagai camilan, umbi sente disukai dan daun menjadi pakan ternak bebek dan ikan gurami.

Penanaman sente hijau dilalukan bersama dengan tanaman lain oleh Sukiman untuk pakan ikan dan dikonsumsi bagian umbi, Senin (27/9/2021). -Foto: Henk Widi

“Budi daya umbi sente hijau cukup mudah, tidak membutuhkan lahan luas dalam skala kecil pekarangan bisa menjadi lahan tanam sekaligus menjadi tanaman hias penyejuk halaman, karena daun yang lebar juga menjadi peneduh bagi tanaman bunga,” terang Jupriyana, saat ditemui Cendana News, Senin (27/9/2021).

Jupriyana bilang, budi daya sente hijau dilakukan selama hampir enam bulan. Tanaman akan dipanen pada bagian yang memiliki umbi untuk konsumsi.

Pemanenan dilakukan setelah tanaman utama menghasilkan anakan. Sebagai bibit untuk regenerasi tahap selanjutnya, tanaman sente hijau bisa dikembangkan dengan bibit baru. Mudahnya budi daya membuat ia juga menanam di polybag sebagai hiasan.

Proses pengolahan sente pada bagian umbi, sebutnya, juga cukup mudah. Umbi sente hijau yang telah dipanen dibersihkan. Setelah dikupas, umbi sente dipotong ukuran kecil dan tipis. Proses pengolahan bisa dilakukan dengan pengukusan. Umbi sente juga bisa diolah menjadi chips atau keripik. Setelah diiris tipis bisa dikeringkan dengan cara dijemur.

“Proses pengeringan umbi sente hijau dilakukan agar bisa disimpan lebih awet, sebelum digoreng sebagai cadangan pangan,” ulasnya.

Umbi sente hijau, sebut Jupriyana juga menjadi alternatif pakan ternak. Memiliki ternak ayam dan bebek, umbi bisa dibuat menjadi tepung. Caranya, setelah dihaluskan dengan penumbukan, selanjutnya dikeringkan. Umbi sente bisa dicampurkan bersama dengan dedak atau bekatul sebagai pakan tambahan. Sebagian warga memakai umbi sente untuk pakan ternak babi bersama batang pisang.Daun sente hijau yang memiliki ukuran besar, sebut Jupriyana juga berfungsi ganda. Saat melakukan pesta tradisional, daun bisa digunakan untuk alas makanan. Saat melakukan makan bersama dengan cara bancakan, daun sente hijau bisa menjadi alas makan pengganti piring. Ukuran daun yang besar juga bisa menjadi pembungkus ikan yang akan dipepes.

“Selain sebagai bahan pangan dan pakan, daun juga masih bisa dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan,” ungkap Jupriyana.

Selain Jupriyana, petani lain, Sukiman, di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, juga menanam sente hijau. Budi daya sente hijau menjadi bahan pangan untuk stok saat panen padi gagal.

Saat ia masih bisa memanen padi, tanaman sente hijau digunakan sebagai sumber pakan bebek dan ikan gurami. Cara budi daya yang mudah, bahkan dengan cara melempar bagian umbi akan tumbuh membuat pekarangan penuh tanaman sente hijau.

Budi daya umbi sente hijau, kerap dimanfaatkan sang istri untuk membuat keripik. Keripik berbahan umbi sente hijau diakuinya memiliki tekstur lebih lembut dan renyah.

Stok umbi sente hijau yang melimpah bisa disimpan dengan cara diawetkan. Pengawetan sederhana dilakukan dengan menggantung umbi, agar tidak bertunas. Ia juga menyimpan dalam bentuk kering, setelah dipotong ukuran tipis, sehingga bisa digoreng sewaktu-waktu.

Lihat juga...