Siswi SMAN 1 Situbondo Berhasil Terbitkan Buku Ber-ISBN

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — Rhodatul Jannah, salah satu siswi di SMAN 1 Situbondo berhasil membuat sebuah buku yang memiliki International Standard Book Number (ISBN) meski masih berstatus sebagai pelajar. Hasil yang diraihnya tersebut bermula dari kebiasaan membaca dan menulis.

“Saya suka membaca novel sudah lama sejak lama, namun belum ada keinginan untuk menulis waktu itu,” ujar Rhodatul Jannah kepada Cendana News, di Situbondo, Kamis (2/9/2021).

Rhodatul mengaku, keinginan untuk menulis berawal saat menginjak bangku sekolah kelas 10, dimana pada saat itu materi pelajaran yang ia dapatkan tentang cerita pendek (Cerpen). Baginya, materi yang ia dapatkan menjadi pendorong untuk belajar menulis.

“Materi cerpen beragam yang diajarkan saat itu. Seiring berjalannya waktu, saya kira tidak ada salahnya dalam belajar menulis. Karena, saya juga memiliki banyak referensi yang bisa dituangkan dalam karya tulis,” ucapnya.

Berawal dari tugas yang didapatkan, Rhodatul mulai menulis banyak cerpen. Berkat dorongan dan bimbingan guru, bakat menulisnya menjadi pilihan tersendiri oleh guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMAN 1 Situbondo.

“Saya sendiri tidak menyangka, bahwa tulisan saya akan menjadi karya buku yang akan diterbitkan. Tentu senang, sehingga kedepannya ada beberapa karya yang akan dikembangkan kembali dalam bentuk tulisan,” ungkapnya.

Rhodatul Jannah, Kamis (2/9/2021) mengatakan, karya tulis yang dihasilkan berasal dari pangalaman dirinya di sekolah. Foto Iwan Feri

Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Situbondo, Drs. Nurhidayat Yuliadi, M. Pd mengatakan, menulis sejatinya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, apabila tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten.

“Hasil dari karya anak didik menjadi kebanggan tersendiri bagi saya. Karena karya buku yang berhasil ditulis, terbit dalam ISBN ( International Standard Book Number). Tentu karya tulis yang dihasilkan sudah sesuai dengan standarisasi penulisan yang baik dan benar.” ucapnya.

Nurhidayat mengaku, karya tulis yang berhasil diterbitkan, memiliki kriteria khusus. Artinya ada pilihan khusus sehingga bisa menjadi item satu kesatuan dalam bentuk buku.

“Kedepannya banyak anak didik lain yang termotifasi. Bahwa satu siswi bisa menghasilkan karyanya dalam bentuk tulisan, sehingga siswa lainnya juga bisa menghasilkan karyanya dari bakat yang dimiliki,” ungkapnya.

Lihat juga...