Sleman Dorong Petani Produksi Komoditas Pertanian Organik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong para petani agar mampu memanfaatkan dinamika yang terjadi di masyarakat saat ini, dengan memproduksi komoditas pertanian secara organik.

Hal itu tak lepas karena tingkat konsumsi komoditas pertanian organik diyakini akan terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, sebagai dampak munculnya pandemi Covid-19.

“Tentu ini merupakan peluang bagi para petani di Sleman untuk mengembangkan produk pertanian organik,” ungkapnya di sela kegiatan penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bagi Petani di Ngaglik Caturharjo Sleman, Jumat (24/09/2021).

Dalam kesempatan itu, bupati mengatakan, selama ini sektor pertanian telah menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi di saat pandemi Covid-19. Ia berharap bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman sendiri menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bagi 19 kelompok tani bidang holtikultura dan perkebunan. Total nilai bantuan yang disalurkan itu mencapai Rp280 juta.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono menjelaskan, pemberian bantuan oleh Pemkab Sleman kepada 19 kelompok tani ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas para petani di bidang holtikultura dan perkebunan.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman juga memberikan bantuan kepada dua Kelompok Wanita Tani (KWT) yaitu KWT Seyegan dan KWT Gamping. Masing-masing KWT mendapat bantuan sebesar Rp.55juta yang diberikan dalam bentuk sarana pembibitan (rumah bibit dan aneka bibit sayuran), pengembangan demplot dan pertanaman (polybag dan pupuk kompos).

Di wilayah Kabupaten Sleman sendiri, selama 5 tahun terakhir tercatat luas lahan sawah mengalami penurunan rata-rata sebesar 0,08 persen per tahun. Sementara luas pekarangan tercatat naik 0,12 persen. Sedangkan luas tegalan dan lainnya turun 0,04 %.

Untuk mengantisipasi penurunan luas lahan sawah semakin tak terkendali, pemerintah Kabupaten Sleman mengaku telah melakukan langkah-langkah guna pengendalian alih fungsi lahan. Salah satunya adalah dengan menetapkan Perda Pengendalian Lahan Pertanian dan Perkebunan Berkelanjutan (PLP2B). Lewat perda ini diharapkan alih fungsi lahan pertanian dapat dikendalikan.

Lihat juga...