Sungai Gajah Mati Masih Jadi Tumpuan Warga Gunung Goci Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pepohonan berukuran besar masih tumbuh alami di sepanjang daerah aliran sungai Gajah Mati di Lampung Selatan, Lampung masih menjadi tumpuan warga sekitar sejak puluhan tahun silam. Sumber air yang berasal dari perbukitan Gunung Goci, Gunung Taman, Gunung Rajabasa masih terus dijaga berkat kearifan lokal masyarakat setempat.

Kodrat Sumardi, kepala Dusun Gunung Goci yang tinggal dekat sungai Gajah Mati mengaku, sejumlah tanaman berukuran besar di tepi sungai yang tetap dipertahankan dianggap keramat. Mengeramatkan jenis pohon tertentu diantaranya beringin bertujuan menjaga tanah dari longsor dan dapat menyerap air saat penghujan.

Sejumlah pohon jenis bayur elang, medang, bambu ori, aren, pule juga dilestarikan dan menjadi habitat ular sanca, burung elang dan monyet. Keberadaan satwa liar pada kawasan tersebut membuat warga tidak berani memasuki lokasi tumbuh pohon.

“Kearifan lokal masyarakat menjaga sejumlah pohon langka erat kaitannya dengan nilai nilai tradisional, di antaranya jenis pohon ditunggu oleh makhluk halus, menjadi tempat hidup sejumlah hewan buas sehingga akan memberi bencana, penyakit bagi yang mendekati bahkan menebang pohon tertentu,” terang Kodrat Sumardi saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (1/9/2021).

Kodrat Sumardi bilang kearifan lokal bisa jadi salah satu solusi menjaga kelestarian lingkungan. Sejumlah wilayah bahkan menjadikan hutan wingit, hutan angker, hutan tutupan.

Berbagai jenis satwa yang menjadikan aliran sungai Gajah Mati cukup beragam. Berbagai jenis burung kicau jenis kutilang, tekukur, perkutut, kepodang menjadikan berbagai pohon tinggi sebagai tempat bersarang. Sejumlah reptil jenis biawak, ular sanca dan berbagai jenis satwa lain tetap hidup secara alami di tepi sungai.

“Dahulu masih ada satwa jenis babi, rus,a namun telah punah, hanya sejumlah satwa burung masih terjaga kelestariannya,” terang Kodrat Sumardi.

Kendala yang saat ini dihadapi yakni kurangnya kesadaran masyarakat terkait kebersihan. Sebagian warga tetap mempergunakan sungai sebagai lokasi membuang limbah pertanian, seperti tebon jagung, ranting kayu dan erosi tanah menyebabkan sedimentasi sungai dan berimbas kedalaman sungai berkurang.

Sejumlah muara sungai di pantai Ketapang, Lampung Selatan di kejauhan bersumber dari aliran sungai perbukitan Gunung Goci, Gunung Taman, Rabu (1/9/2021). Foto: Henk Widi

Lasiman, salah satu petani menyebutkan, penanaman pohon jadi cara menjaga perbukitan di wilayah tersebut. Tinggal di perbukitan Gunung Goci dan perbukitan lain yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Menjaga kelestarian lahan perbukitan dilakukan oleh sejumlah petani dengan menanam pohon produktif. Jenis pohon aren, pohon durian, alpukat, petai sebagai penahan longsor sekaligus penghasil buah.

“Penamaman tumpang sari pohon kayu keras termasuk sengon, jati ambon dan albasia bisa meminimalisir longsor,” ulasnya.

Meski memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam jagung, pisang, Lasiman tetap menanam kayu keras. Penanaman dilakukan pada sejumlah tepi lahan sebagai pagar. Sebagian tanaman yang dibudidayakan pada lereng perbukitan sebutnya sangat efektif mencegah longsor.

Sebagian warga sebutnya memanfaatkan lahan untuk perkebunan campuran. Jenis perkebunan campuran meliputi tanaman kayu produktif dan kayu untuk bahan bangunan.

Lihat juga...