Sunomo, Puluhan Tahun Setia Jualan Air Bersih Keliling

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SITUBONDO  – Di usia yang sudah renta, semangat mencari nafkah untuk keluarga tak boleh pudar. Salah satunya dilakukan Sunomo, selama puluhan tahun menjalani usaha sebagai pedagang air bersih keliling.

Sunomo (70), warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo mengatakan, usaha yang dijalani sejak puluhan tahun itu berbekal dari kebutuhan warga atas air bersih. Usaha yang ditekuninya juga mampu menjadi sumber penghasilan setiap hari.

“Setiap hari saya keliling menjajakan air bersih ke rumah-rumah warga. Walaupun pembelinya tidak banyak, namun pelanggan tetap masih ada,” ujar Sunomo kepada Cendana News, di wilayah Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Selasa (28/9/2021).

Lebih lanjut, Sunomo mengatakan, berbekal gerobak mini miliknya, ia gunakan sebagai kendaraan untuk mengantarkan pesanan air bersih ke rumah warga yang merupakan pelanggan tetapnya.

“Kalau pelanggan yang rutin pesan air kepada saya memang ada, tapi itu tidak setiap hari. Sedangkan untuk mencari konsumen lain, saya harus keliling lagi ke rumah warga,” ucapnya.

Menurut pengakuan Sunomo, dalam upaya mendapatkan pembeli, tidak jarang ia harus menempuh jarak puluhan kilometer. Walau usianya sudah tidak muda, demi untuk menghasilkan pendapatan, maka ia tetap menjalani dengan penuh kesetiaan.

“Setiap harinya bisa laku sebanyak 6 sampai 10 galon air dengan lokasi yang berbeda. Kadang saya ke Desa Gudang, Desa Sletreng, dan Desa Mojosari,” ungkapnya.

Sunomo menambahkan, satu galon air yang ia jual kepada warga, seharga Rp.2.500. Walaupun tidak begitu mahal, menurutnya masih bisa untung.

“Untuk kebutuhan air bersih, biasanya saya mengisi ke Desa Arjasa, karena di sana ada sumber air bersih. Kadang menunggu droping air yang juga langganan saya mengambil air bersih,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ernawati, warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Situbondo mengatakan, sumber air yang ada di rumah pribadinya dirasa tidak enak untuk dikonsumsi. Sehingga, untuk kebutuhan air minum, ia mengaku harus membeli.

“Air yang biasa saya beli hanya untuk dikonsumsi saja. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, mencuci, tetap menggunakan sumber air yang ada,” ucapnya.

Lihat juga...