Tak Ada Lagi Provinsi Di Luar Jawa Bali yang Menerapkan PPKM Level 4

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto - foto Ant

JAKARTA – Komite Penanganan COVID dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mencatat, sudah tidak ada lagi provinsi, di luar Jawa-Bali, yang menerapkan PPKM Level 4.

“Secara provinsi terjadi penurunan yaitu dari 2 provinsi menjadi tidak ada yang di level 4, kemudian level 3 dari 2 provinsi menjadi 16 dan di level 2 menjadi 11 dari 3 provinsi,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan COVID dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Senin (13/9/2021).

Kendati demikian, pemberlakukan PPKM Level 4 masih diterapkan di 6 kabupaten dan kota yaitu, Banda Aceh, Bangka, Medan, Kota Baru, Palangkaraya dan Palu. “16 kabupaten dan kota turun dari level 4 ke 3, bahkan 1 (kabupaten dan kota) turun ke level 2. Tapi tetap dilaksanakan PPKM Level 4, karena menunggu jumlah vaksinasi agar bisa minimal mencapai 20 persen,” kata Menko Airlangga.

Kemudian dari segi indeks mobilitas, di 23 kabupaten dan kota, ada 15 kabupaten dan kota mobilitasnya meningkat. Bahkan delapan di antaranya dengan based line kurang dari 10 persen. Sedangkan delapan kabupaten dan kota lainnya mengalami penurunan mobilitas dengan tiga kabupaten dan kota di antaranya mengalami penurunan di atas 30 persen yakni di Balikpapan, Palu, dan Kutai Kartanegara.

“Kalau dari segi testing tracing, tuga provinsi testing-nya kurang dari 50 persen yaitu Aceh, Sulbar, Sulteng, sedangkan tracing satu provinsi di atas 10 persen yaitu Sumatera Utara,” ungkap Menko Airlangga.

Sementara untuk positivity rate per-12 September, tercatat 3,5 persen. Khusus untuk luar Jawa Bali, juga berada pada kisaran tersebut. Sedangkan untuk capaian vaksinasi di 27 provinsi luar Jawa-Bali terdapat empat provinsi yang di atas rata-rata nasional yakni Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Jambi dan Bangka Belitung.

Kemudian dari kabupaten dan kota, yang menerapkan PPKM Level 4 di luar Jawa Bali, terdapat 12 kabupaten kota yang vaksinasinya di atas rata-rata nasional dan 11 lainnya di bawah rata-rata nasional. “Presiden meminta dipersiapkan program proses transisi dari pandemi menjadi epidemi yang berbasis tentu kepada angka-angka terkait dengan fatality rate yang diharapkan sekitar dua persen, kasus aktif di bawah 100 ribu dan positivity rate lima persen,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...