Tanaman Gondang Berguna untuk Perbaikan Lingkungan DAS

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Menjaga kelestarian lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan sebagian warga Lampung Selatan dengan penanaman berbagai jenis pohon. Jenis tanaman gondang merupakan salah satu vegetasi yang kerap tumbuh dekat aliran sungai, sumber air.

Rusli, warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang bilang gondang tumbuh liar bersama tanaman lain. Sejumlah tanaman yang tumbuh subur di lingkungan sungai bersama bambu, rumbia. Sebagian tanaman gondang kerap dipertahankan warga sebagai penambat perahu tepi sungai.

Mempertahankan tanaman gondang di tepi sungai sebutnya ikut menjaga tanah agar tidak longsor. Pemanfaatan ranting, kayu gondang yang telah tua sebutnya digunakan sebagai bahan bakar. Daun gondang juga bisa jadi alternatif pakan ternak kambing saat sulit mendapat pakan hijauan.

Sebagai tanaman cepat tumbuh, Rusli bilang bagian akar gondang cukup kuat. Membentuk akar yang gepeng menjulur panjang di permukaan tanah berfungsi untuk menahan tanah.

Keberadaan tanaman gondang bahkan bisa menjadi turap atau talud alami cegah longsor. Sebagai tanaman penguat DAS kayu gondang berukuran besar bisa dimanfaatkan sebagai papan bahan konstruksi bangunan.

“Tanaman gondang tumbuh secara liar, namun saat ada bibit tumbuh oleh buah terbawa air sungai maka akan dipertahankan hingga besar karena memiliki banyak manfaat untuk kelestarian dan konservasi daerah aliran sungai sekaligus merehabilitasi lahan,” terang Rusli saat ditemui Cendana News, Rabu (29/9/2021).

Rusli, warga Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan mempertahankan tanaman gondang di tepi Sungai Way Sumur, Jumat (24/9/2021). -Foto Henk Widi

Puluhan tahun silam sebelum perbukitan ditambang, Rusli menyebut gondang jadi sumber pakan alami kera ekor panjang. Sebagian tanaman gondang berusia puluhan tahun bahkan menjadi tempat bersarang burung manyar.

Namun perubahan alam dan lingkungan membuat burung manyar, kera ekor panjang sulit ditemukan. Tanaman gondang yang bertahan di tepi sungai hanya menjadi sumber pakan burung kicau.

Selain gondang, tanaman jenis ficus tersebut, Rusli juga melestarikan tanaman pedada, ketapang, waru laut. Berbagai jenis tanaman pendukung gondang tersebut sebagian tumbuh alami di tepian sungai.

Sebagian tanaman jenis kelapa ditanam secara rapat untuk mengikat tanah dan pasir. Tanaman kelapa sebutnya juga bisa memiliki nilai ekonomis bagian buah. “Selain gondang tanaman yang bisa menjaga kelestarian daerah aliran sungai jenis kelapa,” bebernya.

Sarnoto, warga di dekat Gunung Pancong, Desa Sumur menyebut tanaman gondang menjaga resapan air. Keberadaan tanaman gondang yang toleran pada kondisi tanah kurang subur menjadi tanaman pionir.

Setelah tanaman gondang tumbuh sejumlah tanaman lain bisa tumbuh. Keberadaan tanaman gondang membentuk sejumlah sumber air yang dikenal belik. Keberadaan belik di bawah perakaran gondang menjadi sumber aliran sungai.

Gondang yang tumbuh di tepi aliran sungai sebut Sarnoto berdampak serapan air sungai. Pada aliran Sungai Way Sumur, keberadaan tanaman gondang yang subur pada bagian hulu hingga hilir mempertahankan aliran air.

Bagi masyarakat petani, aliran sungai tersebut digunakan sebagai irigasi tanaman padi. Selama pepohonan terjaga terutama gondang, ia menyebut kelestarian air ikut terjaga.

“Tanaman gondang kerap disepelekan karena dianggap tidak produktif, padahal bagi kelestarian lingkungan sangat bermanfaat,” ulasnya.

Tanaman gondang sebut Sarnoto jadi pakan alami sejumlah satwa. Sebelum permukiman warga bertambah banyak, daun gondang merupakan sumber pakan rusa. Pada masa kini buah gondang kerap digunakan untuk warga yang memelihara burung kicau.

Pemanfaatan pohon dengan sistem tebang pilh juga dilakukan Gimanto. Batang, ranting gondang digunakan untuk bahan bakar pembakaran batu bata. Tanaman yang masih muda tetap dipertahankan sebagai pencegah longsor.

Lihat juga...