Tape Uli Khas Betawi Bekasi, Menjelma Jadi Buah Tangan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kudapan tape Uli khas Betawi, saat ini menjadi salah satu makanan yang cukup diminati sebagai buah tangan. Hal itu karena banyak ibu rumah tangga mengemasnya menjadi lebih menarik.

Irma ibu rumah tangga pembuat tape Uli khas Betawi untuk di jual secara online dan offline di wilayah Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/9/2021). Foto: Muhammad Amin

Tape Uli menjadi jajanan legendaris karena dipercaya dalam pembuatannya tidak sembarang orang bisa. Tetapi harus mereka yang bersih, bukan hanya pada bahan bakunya, tetapi orang yang membuatnya.

Irma, ibu rumah tangga di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mencoba mengangkat tape Uli menjadi makanan khas sebagai buah tangan yang biasa ditawarkan melalui online. Peminatnya cukup banyak, biasanya buat oleh-oleh yang diberikan kepada orang-orang tertentu.

“Tape Uli ini bisa tahan lama, tergantung cara pembuatannya. Cara pembuatan pun khusus maka jarang perempuan muda yang membuatnya, agar rasa manisnya lebih terasa, tapi itu mungkin hanya mitos saja,” ungkap Irma kepada Cepada Cendana News, Sabtu (25/9/2021).

Menurutnya, dalam pembuatan tape Uli, sebenarnya membutuhkan waktu beberapa hari. Karena dari awal harus dibersihkan lalu didiamkan sebelum di konsumsi agar rasanya bisa maksimal. Irma mengaku mewarisi resep milik keluarganya.

Untuk bahan baku tape Ule sangat mudah hanya beras ketan dan ragi. Tapi imbuhnya dulu biasanya yang buat tidak tidak pengantin baru, dan lazim dibuat orang tua. Hal tersebut bisa saja mitos terkadang ada benarnya juga jika dibuat pengantin baru atau perempuan masih hasilnya tidak maksimal.

“Ini menjadi salah satu keunikan dari tape Uli mungkin, apalagi dibuat oleh perempuan yang lagi datang bulan. Dipastikan hasilnya biasanya asam,” ujarnya percaya tidak percaya.

Ibu Retno menambahkan, sebenarnya Tape dan Uli dibuat terpisah, namun demikian untuk bahan baku tetap sama, menggunakan ketan. Karena menyesuaikan selera, ada yang suka ketan hitam, ada yang lebih memilih ketan putih. Namun demikian lebih banyak disukai jenis ketan hitam.

Uli dimakan bersama tape. Uli sendiri dibungkus dengan daun pisang. Namun demikian untuk teman makan Uli tergantung selera karena bisa juga dimakan dengan ping atau lainnya sebagai untuk menambah rasa.

“Sekarang Uli dan tape sudah banyak dijual secara online dengan paket tertentu biasanya menggunakan kotak begitu khusus begitu. Untuk satu kotak tape dan Uli bisa Rp15 ribuan, untuk oleh-oleh dipacking khusus harganya biasa di atas 50 ribu dan dapat tahan seminggu,” jelasnya.

Lihat juga...