Target PAD Sektor Pariwisata Banyumas 2021 Sulit Terpenuhi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO – Penutupan total tempat wisata di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas membuat pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun ini dipastikan tidak tercapai. Meskipun sudah dilakukan revisi PAD dan diturunkan menjadi hanya Rp 7,4 miliar, namun tetap sulit untuk dipenuhi.

Kabid Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, penutupan sektor pariwisata selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sampai saat ini, membuat target PAD sulit untuk dicapai. Terlebih sekarang baru satu lokasi wisata yang dibuka sebagai uji coba dan tingkat kunjungannya juga masih sedikit.

“Target PAD dari sektor pariwisata tahun ini awalnya Rp 15,6 miliar, kemudian pada awal tahun kemarin kita revisi, karena ada penutupan tempat wisata, jadi hanya separuh dari target awal, itu pun besar kemungkinan sampai dengan akhir tahun ini tidak bisa tercapai,” katanya, Minggu (5/9/2021).

Lebih lanjut Wakhyono menjelaskan, sampai dengan memasuki bulan September ini, PAD yang masuk baru mendekati Rp 4 miliar. Sementara posisi tempat wisata masih banyak yang ditutup dan belum diketahui akan mulai dibuka kembali kapan.

“Waktu yang tersisa tinggal tiga bulan dan tempat wisata baru satu yang dibuka, sehingga kemungkinan untuk menggenjot PAD dalam tiga bulan terakhir ini sangat sulit,” ucapnya.

Di Kabupaten Banyumas, saat ini ada 124 objek wisata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 objek wisata dikelola pemerintah daerah, 15 objek wisata dikelola desa sebagai desa wisata dan ada rintisan desa wisata sebanyak 5, sisanya adalah dikelola swasta serta perorangan.

PAD sektor pariwisata mengandalkan 7 objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. Posisinya sekarang baru satu tempat wisata yang dibuka yaitu Lokawisata Baturaden dan enam objek wisata lainnya masih tutup.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani menyampaikan, banyak sekali keluhan yang masuk dari para pengelola wisata terkait penutupan tempat wisata yang berlangsung sudah 2,5 bulan. Namun, kewenangan dan aturan pembukaan tempat wisata ditentukan oleh pemerintah pusat, sehingga pihaknya hanya bisa menampung dan meneruskan keluhan tersebut.

“Pengelola objek wisata sudah banyak sekali yang mengeluh, setiap hari selalu ada yang menghubungi saya dan bertanya kapan tempat wisata boleh dibuka. Namun sesuai ketentuan dari Imendagri, baru daerah yang masuk level 2 yang diperbolehkan membuka tempat wisata, mudah-mudahan saja minggu depan Kabupaten Banyumas sudah turun menjadi level 2, kalau sekarang posisi masih level 3,” katanya.

Lihat juga...