Target PAD Sektor Parkir di Banyumas tak Tercapai

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pandemi Covid-19 turut berpengaruh terhadap pendapatan dari sektor parkir di Kabupaten Banyumas, sehingga target pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir selama pandemi tidak terpenuhi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan pada 2020 lalu target PAD dari parkir sebesar Rp1,5 miliar dan hanya tercapai Rp867 juta. Dan, untuk tahun ini kemungkinan besar target parkir juga belum bisa terpenuhi.

“Pandemi Covid-19 ini ternyata sangat berpengaruh terhadap pendapatan parkir, karena aktivitas masyarakat banyak dibatasi dan sektor perdagangan juga ada pembatasan,” jelasnya, Minggu (26/9/2021).

Terkait hal tersebut, Dinhub Kabupaten Banyumas berencana akan menata kawasan parkir, serta menghitung ulang potensi PAD dari parkir. Hal ini juga berkaitan dengan adanya peraturan daerah (perda) baru tentang parkir yang akan mulai diberlakukan tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, di Purwokerto, Minggu (26/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Tahun depan ada perda baru tentang parkir, di mana untuk beberapa kawasan parkir seperti pasar dan tempat pariwisata tertentu, pengelolaannya akan diserahkan ke Dinhub. Sekarang ini untuk parkir pasar dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag), dan untuk kawasan tertentu seperti GOR dan tempat wisata dikelola Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar),” jelasnya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, saat ini total ada 46 zona parkir di Kabupaten Banyumas, mulai dari kawasan Kota Purwokerto hingga luar Kota Purwokerto. Zona parkir tersebut untuk wilayah dalam Kota Purwokerto akan dibuat lebih simpel, yaitu zona A dan B saja. Di mana zona A merupakan kawasan parkir pada lokasi yang padat dan ramai, dan zona B pada lokasi yang standar keramaiannya.

Untuk zona A, akan diberlakukan tarif yang lebih mahal. Hal tersebut dimaksudkan selain untuk meningkatkan PAD parkir, juga untuk mengurangi kepadatan parkir di wilayah tersebut. Misalnya di wilayah sekitar Alun-Alun Purwokerto, Jalan Pungkurang yang berlokasi di belakang perkantoran Pemkab Banyumas, Jalan Jenderal Soedirman serta kawasan Kebondalem Purwokerto.

“Jika diberlakukan tarif lebih mahal, diharapkan parkir di lokasi yang padat tersebut akan berkurang sedikit demi sedikit,” kata Agus.

Penataan juga akan dilakukan terhadap pembagian kawasan parkir. Saat ini kawasan parkir tidak urut dan ada beberapa lokasi yang meloncat-loncat. Sehingga akan ditata dengan lebih teliti dan urut, untuk mempermudah menghitung potensi pendapatan parkir.

Sementara itu, salah satu warga Kota Purwokerto, Puji Purwanto, mengatakan tarif parkir di wilayah Kota Purwokerto sekarang ini resminya Rp1.000 untuk sepeda motor, dan Rp 2.000 untuk mobil. Namun, di lokasi tertentu serta pada akhir pekan, juru parkir seringkali menaikkan tarif.

“Kalau tukang parkir nakal yang menaikkan tarif masih ada, selain itu juga ada yang tidak mberikan tiket parkir,” katanya.

Lihat juga...