Terkendala Sinyal, Dua Sekolah Ikut Gladi ANBK di Maumere  

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak dua sekolah yang berada di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa diangkut menggunakan truk dan mobil Kodim 1603 Sikka guna mengikuti Gladi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPK Frateran Maumere.

“Kami ada kegiatan gladi bersih ANBK dan kegiatan ini membutuhkan jaringan internet karena dilaksanakan secara online,” kata Kepala Sekolah SMP PGRI Lero,  Antonia Rosabina saat ditemui di Maumere, Kamis (16/9/2021).

Antonia menyebutkan, kegiatan berlangsung selama dua hari sejak kemarin Rabu (15/6) hingga Kamis (16/6) sehingga sekolahnya diliburkan sebab semua guru pun harus mengikuti asesmen ini.

Ia menjelaskan, siswa yang mengikuti asesmen sebanyak 45 orang siswa utama dan disiapkan 5 siswa cadangan.

Kepala Sekolah SMP PGRI Lero, Antonia Rosabina saat ditemui di SMPK Frater Maumere, Kamis (16/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dalam perjalanan kata dia, ada 3 siswa utama tidak aktif sehingga saat ini tersisa 47 orang tapi dari jumlah tersebut 1 orang selama sebulan tidak aktif sehingga tersisa 46 orang.

“Kegiatan ini membutuhkan jaringan internet yang bagus, sementara kami di kecamatan tidak ada sinyal internet. Makanya kami mencari sekolah di Maumere yang ada komputer dan meminjam tempat di SMPK Frater,” ucapnya.

Antonis mengharapkan ada perhatian dari pemerintah khususnya bagi sekolah-sekolah utama sebab kegiatan asesmen ini ada setiap tahun.

Ia meminta ada perhatian pemerintah terhadap sekolah di daerah terpencil sehingga siswa dan guru tidak perlu ke kota Maumere dan harus mengeluarkan biaya serta membayar penginapan.

Dia menjelaskan,peserta asesmenselain siswa juga ditambah semua guru yang sudah terdaftar dalam Dapodik wajb ikut serta sehingga selama 3 hari sekolahnya diliburkan dahulu.

“Kalau sekolah kami ada fasilitas komputer yang banyak dan jaringan internet maka kami tidak perlu ke kota dan aktivitas belajar mengajar bisa berlangsung seperti biasa,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN Mapitara Yohanis Arestis No Darto menyebutkan, sekolahnya pun memiliki SMPK Frater Maumere sebagai tempat untuk ANBK karena fasilitas di sekolah ini sangat memadai.

Yohanis memaparkan, untuk mengikuti kegiatan ini setiap siswa harus mengerjakannya sendiri dengan satu komputer dan dilakukan secara online sementara sekolahnya minim fasilitas.

“Sekolah kami tidak memiliki komputer yang memadai serta jaringan listrik dan internet tidak tersedia. Makanya kami memilih sekolah di Maumere meskipun harus menginap di rumah keluarga agar siswa dan guru bisa mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.

Lihat juga...