Thailand Hapus Kewajiban Karantina Bagi Pengunjung yang Telah Vaksin

Warga menikmati waktu di pantai Phuket, Thailand, Minggu (19/9/2021). Pantai tersebut dibuka kembali bagi warga asing yang telah divaksin virus corona (COVID-19) secara penuh untuk mengunjungi pulau resor itu tanpa harus menjalani karantina - Foto Ant

BANGKOK – Thailand, siap menghapuskan kewajiban karantina di Bangkok dan sembilan wilayah lain mulai 1 November, bagi pendatang yang telah divaksin COVID-19. Daerah lain yang juga akan menerapkan hal tersebut adalah, daerah wisata populer Chiang Mai, Phangnga, Krabi, Hua Hin, Pattaya, dan Cha-am.

Thailand, mencoba menghidupkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk, dengan menghapus persyaratan karantina. Keputusan itu diambil, setelah Thailand sukses membuka kembali pulau Phuket dan Samui, sejak Juli lalu, bagi pengunjung yang telah divaksin. Thailand ingin menyambut kembali wisatawan asing, setelah hampir 18 bulan menerapkan kebijakan masuk ketat, yang menyebabkan jatuhnya sektor pariwisata, sektor utama yang menarik 40 juta pengunjung di 2019.

Pihak berwenang juga akan mengurangi waktu karantina secara nasional menjadi tujuh hari, untuk pengunjung yang telah divaksin dan datang mulai 1 Oktober mendatang. Sedangkan pengunjung yang belum divaksin masih diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari.

Mulai Jumat (1/10/2021), Thailand juga akan mengurangi pembatasan di 29 provinsi berstatus merah tua, termasuk Bangkok. Pelonggaran itu memungkinkan lebih banyak bisnis untuk dibuka kembali, seperti spa, perpustakaan, bioskop, tempat olahraga dalam ruangan dan salon perawatan kuku.

Pengurangan pembatasan dilakukan, ketika Thailand berusaha meningkatkan vaksinasi setelah kekurangan pasokan awal. Kurang dari sepertiga populasi Thailand saat ini telah divaksin. Gugus tugas penanganan COVID-19 setempat juga menyetujui rencana pemerintah, untuk mendapatkan 3,35 juta dosis gabungan vaksin COVID-19. Pengadaan vaksin tersebut terdiri dari 2,79 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech, 165.000 suntikan AstraZeneca dari Spanyol, dan 400.000 dosis vaksin AstraZeneca dari Hongaria. Belum ada kerangka waktu untuk jutaan vaksin tersebut dan rencana itu masih menunggu persetujuan dari kabinet. (Ant)

Lihat juga...