Tiga Jajanan Khas Banyumas Ini Bisa Bikin Perut Kenyang

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Kabupaten Banyumas kaya akan jajan khas, terlebih untuk jajanan yang rasanya manis-gurih serta membuat perut kenyang. Beberapa jajanan tersebut juga seringkali dijadikan pengganti sarapan pagi, karena hanya dengan makan 1-3 potong sudah terasa kenyang.

Salah satu jajanan khas Banyumas yang berasa manis dan banyak digemari adalah getuk lindri. Jajanan tradisional ini banyak dijumpai di pasar tradisional.

“Paling suka dengan getuk lindri, karena rasa manisnya pas dan ditambahkan dengan parutan kelapa muda, sehingga perpaduan rasanya manis-gurih dan pasti membuat perut kenyang,” kata salah satu warga Kota Purwokerto, Denok Kurniasih, Sabtu (4/9/2021).

Penggemar getuk lindri,Denok Kurniasih, warga Kota Purwokerto, Sabtu (4/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Getuk lindri terbuat dari singkong atau ketela pohon. Cara membuatnya juga cukup mudah dan sederhana. Pertama singkong dikupas, dicuci lalu dikukus sampai empuk. Setelah itu ditumbuk sampai halus dan diberi gula pasir, parutan kelapa serta vanili bubuk untuk memberikan aroma harum. Setelah itu adonan dipisahkan menjadi dua atau tiga bagian dan diberi pewarna makanan sesuai dengan selera.

Adonan kemudian digiling dengan alat pembuat getuk lindri dan akan keluar adonan berbentuk bulat memanjang seperti mie, kemudian dibentuk menjadi kotak kecil dengan cara ditumpuk-tumpuk dan dikukus.

Jajanan khas Banyumas lainnya yang banyak digemari sebagai pengganti sarapan adalah golang-galing. Jajanan ini terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan  gula, telur dan ragi instan. Hampir menyerupai roti goreng, hanya saja bagian atasnya diberi toping dari larutan gula jawa.

Golang-galing khas Banyumas, merupakan jajanan yang cukup membuat perut kenyang, Sabtu (4/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Cukup dengan mengkonsumsi 1-2 golang-galing Banyumas, sudah bisa menjadi pengganti sarapan hingga waktu makan siang tiba.

Jajanan manis yang sangat legendaris di Banyumas lainnya, adalah jenang wijen atau biasa disebut jenang jaket. Produk yang terkenal adalah jenang jaket, yang banyak di jual di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Namun, di luar kawasan pusat jenang jaket tersebut, masyarakat juga banyak yang menjual, bahkan dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu penjual jenang jaket, Sumiati mengatakan, ia menjual dua jenis jenang wijen, yaitu rasa gula jawa yang berwarna coklat dan rasa pandan yang berwarna hijau. Dalam satu hari, Sumiati membuat jenang wijen tersebut hingga 7 kilogram.

Jenang jaket, jajanan manis yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Banyumas, Sabtu (4/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Jajanan ini bisa bertahan hingga satu minggu, sehingga saya berani memproduksi banyak, meskipun dalam situasi PPKM sekarang ini, penjualan menurun,” tuturnya.

Bahan pembuatan jenang wijen terdiri dari beras ketan, santan, gula jawa atau daun pandan untuk rasa pandan, kemudian biji wijen yang disangrai terlebih dahulu. Awalnya, beras ketan direndam dahulu semalaman, kemudian dihaluskan bersama santan dan baru dimasak. Saat adonan mulai mengental, baru dimasukan gula jawa dan setelah adonan matang, baru diberi taburan wijen.

Lihat juga...