Tips Agar Guru Bisa Bersahabat dengan Murid

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Kegiatan belajar mengajar tidak bisa lagi dipersepsi sebagai aktivitas yang membosankan. Sebaliknya, belajar mengajar harus diciptakan sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan, sehingga mampu menghadirkan nuansa positif dan membangkitkan gairah.

Ada banyak cara menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan. Menurut Christina Ester Hutabarat, seorang pendiri lembaga pendidikan Ruang Bergerak, salah satu caranya adalah dengan membangun hubungan persahabatan antara guru dan murid.

“Inisiatif menciptakan persahabatan ini tentu saja harus datang dari guru. Bisa dimulai dengan cara melakukan 3M, yaitu mengenal murid secara baik, membina hubungan dengan mereka, dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki,” ujar Christina dalam Webinar bertajuk Menjadi Sahabat Murid Dalam Belajar yang diikuti Cendana News, Kamis (30/9/2021).

Semua itu, lanjutnya, harus dibangun secara personal, guru mungkin perlu menyediakan waktu untuk bicara one on one dan face to face dengan murid.

Christina mengatakan, guru harus menampilkan antusiasme dan semangat saat mengajar. Di samping itu, guru juga perlu menyiapkan berbagai materi pendukung belajar untuk memecah kebosanan.

“Misalnya dengan cara memulai obrolan dengan topik yang sedang disukai oleh murid-murid. Ini bisa menjadi opening yang sangat menarik sebelum masuk kepada materi inti. Selain itu, guru juga perlu memberikan rasa hormat kepada murid,” papar Christina.

Jika hubungan persahabatan antara guru dan murid sudah terbangun, lanjut Christina, maka tidak akan lagi muncul rasa canggung dari murid untuk mengemukakan pendapatnya, atau menyampaikan hal-hal yang masih belum dipahaminya, dan bahkan, murid bisa saja menyampaikan masalah pribadinya yang menghambat proses belajar kepada guru, serta berharap diberikan solusi.

“Jika sudah seperti ini maka kegiatan belajar mengajar tidak saja menyenangkan, tapi juga jadi bermakna, artinya, murid akan mudah berkembang baik dari sisi intelektual, psikologis, sosial dan juga spiritual,” ungkap Christina.

Di forum yang sama, Kurnia Nurbaiti, salah seorang guru di Jawa Barat juga menyampaikan, bahwa alasan beberapa guru enggan membangun hubungan personal atau bersahabat dengan murik karena khawatir murid menjadi berperilaku tidak sopan.

“Ini memang yang sangat ditakutkan guru. Tapi menurut saya justru penekanannya ada pada saat kita melakukan pendekatan dengan murid. Kita harus sampaikan bahwa meskipun kita bersahabat, namun kita berada pada posisi masing-masing dan harus saling menghormati. Ada batasan-batasan yang tidak bisa dilampaui,” kata Kurnia.

Kemudian, hal penting lainnya, kata Kurnia, guru harus bisa menjadi teladan. Dengan demikian, maka siswa akan tetus menghormati guru secara personal.

“Dengan keteladanan, sikap tidak sopan dari murid itu akan tercegah dengan sendirinya. Namun di saat yang bersamaan, kita sebagai guru tetap bisa merangkul murid-murid untuk berbicara secara personal,” pungkas Kurnia.

Lihat juga...