Untuk Meredam Varian Delta, Selandia Baru Tetap Mengunci Auckland

Sebuah jalan tampak sepi selama penerapan lockdown untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Auckland, Selandia Baru, Minggu (26/8/2021) - foto Ant

WELLINGTON – Selandia Baru, memperpanjang penguncian ketat di kota terbesar di daerahnya, Auckland, pada Senin (13/9/2021). Mereka mewajibkan 1,7 juta warga Auckland, untuk tetap berada di rumah selama setidaknya satu minggu lagi, guna meredam wabah varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Otoritas kesehatan mencatat, ada 33 kasus baru varian Delta COVID-19 pada Senin (13/9/2021), seluruhnya ada di Auckland. Jumlahnya lebih tinggi dari kasus yang dilaporkan selama akhir pekan, yaitu 23 dan 20 kasus. “Jelas tidak ada perluasan penularan virus di Auckland, tetapi sepanjang kita punya kasus baru yang muncul, ada risiko di sana,” kata Perdana Menteri, Jacinda Ardern, dalam konferensi pers yang mengumumkan keputusan untuk memperpanjang penguncian kota hingga 21 September mendatang.

Setelah itu, Auckland akan bergerak dari level 4 ke level tiga, yang berarti pembatasan akan sedikit dilonggarkan, tetapi kantor sekolah, dan tempat umum akan tetap ditutup. Selandia Baru, sebagian besar sudah bebas virus selama berbulan-bulan, hingga wabah varian Delta yang dikirim dari Australia mendorong Arden, untuk segera memberlakukan penguncian secara nasional pada 17 Agustus lalu.

Wabah tersebut sejauh ini telah menginfeksi 955 orang, yang sebagian besar berada di Auckland. Kota itu hampir terputus dari bagian lain negara itu, di mana penguncian dilonggarkan minggu lalu ke level 2, memungkinkan warga bisa kembali ke kantor dan sekolah mereka.

Penguncian di Selandia Baru dan penutupan batas internasional dilakukan sejak Maret 2020, dan telah diberlakukan dengan mengendalikan COVID-19 yang sebagian besar membebaskan aktivitas warga dari hari ke hari.

Terdapat 3.593 kasus COVID-19 di Selandia Baru sejak pandemi bermula dan 27 kematian terkait. Namun, Arden telah dikritik atas program vaksinasi yang lambat, karena negara tersebut menghadapi wabah Delta. Sekitar 34 persen dari 5,1 juta penduduk telah menerima vaksin lengkap sejauh ini. Selandia baru telah membeli dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech dari Spanyol dan Denmark, untuk menggenjot program penyuntikannya. (Ant)

Lihat juga...