UP Kembangkan ‘Desa Pancasila’ di Bogor

DEPOK – Universitas Pancasila mengembangkan Desa Pancasila di Desa Putat Nutug dan Desa Kuripan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai proyek percontohan Desa Pancasila.

“Kegiatan Desa Pancasila ini yang pertama kaitannya dengan bagaimana aplikasi atau implementasi dari nilai-nilai luhur Pancasila,” kata Wakil Rektor I Universitas Pancasila, Prof. Dr. Sri Widyastuti di Bogor, Jumat (24/9/2021).

Universitas Pancasila (UP)sebagai perguruan tinggi mengemban amanah untuk menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi, dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan bagaimana kehidupan masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Ia mengatakan, Desa Pancasila akan mendorong desa agar warganya bisa sejahtera dari sisi ekonomi dan potensi masyarakatnya bisa dikembangkan.

“Peluang sekecil apapun harus bisa dioptimalkan, dan akan dibimbing oleh para dosen dan mahasiswa UP,” katanya.

Widyastuti mengatakan, jika masyarakat sejahtera, kekhawatiran adanya radikalisme atau terorisme bisa dihindari, mengingat saat ini desa juga menjadi salah satu munculnya radikalisme. Desa juga menjadi pusat pengembangan perekonomian, apalagi dengan dana desa yang cukup besar.

Jika Desa Pancasila terwujud, Widyatuti berharap potensi ekonomi yang ada di desa itu bisa terus dikembangkan, seperti Desa Putat Nutut, Kecamatan Ciseeng ini mempunyai potensi pariwisata, sumber daya ikan darat, maka ibu rumah tangga dan pemuda akan dilatih untuk mengolah hasil perikanan darat.

“Masa pandemi Covid-19 tumbuh makanan olahan dari ikan yang dibekukan atau frozen food. Ini peluang usaha yang harus dikembangkan,” katanya.

Untuk itu, kata dia, nantinya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UP akan membantu untuk membuat konten desa, dan dikembangkan ekonominya, sehingga PAD meningkat.

Sedangkan Desa Kuripan mempunyai potensi ekonomi sumber daya air tanah yang bisa dikembangkan. “Kami sudah membuatkan tower untuk air isi ulang. Ke depannya mendesain mesin untuk pengolahan air minum dalam kemasan. Ini bisnis yang bisa dijalankan oleh BUMdes,” ujarnya.

Selain itu, perlu dikembangkan wisata arung jeram, nantinya mahasiswa Fakultas Teknik Sipil UP akan membuat perencanaan. Pinggir Kali Cibetung ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Sementara itu, Owner Arthaguna Cipta Sarana, Ir. Safitri Siswono, menyatakan jika warga desa sejahtera tidak akan merusak alam. Untuk itu, perlu keterlibatan warga desa dalam mengembangkan ekonomi setempat.

“Kami mendukung pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berazaskan tujuan pengembangan berkelanjutan,” ujar pemilik tempat wisata Lembah Cisadane, Bogor.

Menurut dia, kegiatan ekonomi desa harus terus ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat, karena perekonomian desa akan sulit untuk berkembang jika tidak melibatkan warga.

Namun, katanya, pengembangan ekonomi harus berwawasan lingkungan dan ramah terhadap alam, karena itu perlu ditata menjadi kawasan wisata alam yang ramah lingkungan.

“Kami mengajak mahasiswa UP dan warga desa untuk tetap menjaga alam. Jadi, bukan bisnis yang mengeksploitasi alam, tapi ramah terhadap alam,” katanya. (Ant)

Lihat juga...