Upaya Pemulihan, Pelaku UMKM Perpanjang Jam Operasional

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Penurunan status level dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang tidak lagi membatasi jam operasional para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), menjadi peluang untuk memulihkan usaha mereka. Sebagian besar menyiasati upaya pemulihan usahanya mereka dengan memperpanjang jam operasional.

Seperti yang dilakukan pemilik bisnis minuman kemasan di wilayah Banyumas, Widi Astoro yang mengaku penjualan minuman kemasannya menurun dratis selama PPKM. Namun, saat ini secara perlahan mulai ada peningkatan.

“Sudah mulai meningkat penjualannya, tetapi masih jauh dari sebelum PPKM, karena itu untuk mempercepat pemulihan usaha ini, saya perpanjang jam operasional. Jika biasanya pukul 16.00 WIB sudah tutup, sekarang buka dan terima pesanan hingga malam hari,” tuturnya, Selasa (7/9/2021).

Perpanjangan jam operasional kios minuman kemasan tersebut, menurut Widi, cukup efektif untuk mendongkrak pemasaran dan menambah pendapatan. Sebab, kios tersebut berada di halaman rumahnya sendiri, sehingga untuk perpanjangan jam operasional tidak membutuhkan tenaga tambahan.

“Kalau karyawan tetap pulang sore hari dan sore hingga malam, gantian saya yang berjualan bersama istri, setelah pulang kerja, sehingga meskipun bertambah jam operasional, tetapi tidak menambah pengeluaran,” katanya.

Sebelum PPKM, usaha minuman kemasan milik Widi ini sudah memiliki ratusan pelanggan. Ia menyediakan berbagai jenis varian rasa, mulai dari rasa coklat, cappucino, red velvet, taro,green tea dan brown sugar. Minuman kemasan tetsebut terbuat dari milk, susu kental manis, bubuk rasa dan boba. Minuman yang disertai bola-bola boba atau bubble yang bertekstur kenyal seperti jelly ini memang minuman kekinian yang sedang banyak digemari masyarakat.

“Awalnya saya coba sendiri membuat racikan minuman di rumah, ternyata enak dan varian rasa yang kita tawarkan banyak yang suka, akhirnya mengumpulkan modal dan membuka gerai minuman bobaka di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas,” jelasnya.

Karyawan kios minuman kemasan, Anto mengatakan, selama PPKM pemesanan minuman kemasan tersebut mengalami penurunan, terutama untuk pemasanan dari kalangan sekolah ataupun perkantoran, serta wilayah-wilayah yang jauh.

“Kita menerima pemesanan online untuk seluruh wilayah Banyumas dan Purbalingga sebenarnya, tetapi selama PPKM ini, pemesanan hanya datang dari dekat-dekat saja, yaitu sekitar Kecamatan Sokaraja. Untuk pemesanan yang jauh sangat berkurang, padahal biasanya beberapa pelanggan yang cukup jauh tersebut justru yang memesan dalam jumlah banyak, minimal di atas 10 cup, sehingga sangat terasa sekali penurunan omsetnya,” tuturnya.

Lihat juga...