Update 2 September 2021, Kasus Baru Menurun Angka Kematian Meningkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Pada tanggal 2 September 2021, Indonesia mencatatkan sedikit peningkatan pada angka kematian harian. Tapi mengalami penurunan jumlah kasus.

Sesuai dengan update dari Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) pada Kamis, 2 September 2021, mencatatkan kasus baru 8.955 menjadi 4.109.093, menurun dari hari kemarin yakni 10.337 kasus. Sementara angka kematian harian tercatat 680 menjadi 134.356 kasus atau 3,26 persen dari jumlah kasus keseluruhan.

Untuk angka kesembuhan, terjadi penambahan sebanyak 21.208 menjadi 3.798.099 atau 92,431 persen dari keseluruhan kasus.

Dari pergerakan data tersebut, penambahan kasus baru untuk sepuluh besar yakni Jawa Tengah 1.134, Jawa Timur 853, Jawa Barat 791, Sumatera Utara 701, Kalimantan Timur 503, DKI Jakarta 430, DI Yogyakarta 384, Bali 329, Aceh 323 dan Riau 311.

Untuk angka kematian terbesar harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Tengah 206, Jawa Timur 121, Jawa Barat 43, Sumatera Utara 32, DI Yogyakarta 30, Sulawesi Selatan 28, Bali 25, Riau 18, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sumatera Barat masing-masing 15, serta Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan 14.

Grafik per Provinsi tanggal 2 September 2021 – Dokumen BNPB

Sementara itu, per 2 September 2021, pukul 09.58 GMT, berdasarkan data dari worldometers.info terjadi penambahan kasus menjadi 219.353.794 dengan jumlah kematian sebanyak 4.546.691 dan kasus sembuh 196.165.139.

Di tatanan dunia, Indonesia menempati posisi posisi ke 13, untuk jumlah kumulatif kasus. Kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke-6 dengan 8.955 kasus, setelah Jepang 20.031, Rusia 18.985, Mexico 17.337, Philipina 16.621 dan Thailand 14.956. Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah 680 jiwa, setelah Mexico 1.177 dan Rusia 795 jiwa.

Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi ke empat dalam total kasus 4.109.093 dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 680, diikuti Thailand 262 jiwa dan Philipina 148 jiwa.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyatakan, angka kesembuhan per 31 Agustus 2021 mencapai 72,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata kesembuhan dari virus Corona di dunia saat ini 69,73 persen.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID 19, Dewi Nur Aisyah, Kamis (2/9/2021) – Foto Ranny Supusepa

“Tapi memang angka kematian masih tinggi, jika dibandingkan rata-rata dunia. Indonesia masih mencatatkan 3,24 persen. Sementara rata-rata dunia adalah 2,08 persen,” kata Dewi, Kamis (2/9/2021).

Walaupun tinggi, ia menyebutkan tren angka kematian harian terus menunjukkan tren penurunan. Bahkan hasil survei kecepatan penanganan pasien di beberapa rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, menunjukkan angka kematian tertinggi terjadi di IGD, karena pasien yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang berat, bahkan kritis.

“Hal ini dibuktikan dengan angka kematian pasien bukan terjadi di ICU saat perawatan, tapi justru di IGD,” ucapnya.

Ia mengungkapkan laju angka kematian pada Mei 2021 di IGD sekitar 3,503 persen, meningkat 11,06 persen pada Juni dan mencapai puncaknya di Juli 2021 mencapai 14,36 persen kematian di IGD.

“Untuk Agustus, terjadi penurunan ke 6,9 persen,” ucapnya lagi.

Dewi menjelaskan, penurunan angka kematian tidak dapat berlangsung seketika.

“Butuh waktu. Dari kasus turun, paling tidak butuh waktu 2-3 minggu baru turun,” urainya.

Ia mencontohkan, angka kematian yang terjadi para periode akhir Juli sampai Agustus 2021.

“Angka kematian pada akhir Juli masih tinggi dan kemudian terus menurun pada Agustus 2021. Bahkan saat ini turunnya angka kematian hampir separuh dibanding akhir Juli lalu,” pungkasnya.

Lihat juga...