Update COVID-19 12 September 2021: Kematian Harian Tujuh Provinsi di Atas 10 Jiwa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pada tanggal 12 September 2021, Indonesia terus mencatatkan penurunan angka kematian harian. Bahkan hanya tinggal 7 provinsi saja yang mencatatkan kematian di atas 10 jiwa.

Sesuai dengan update dari Badan Pengendalian Bencana Nasional (BNPB) pada Minggu, 12 September 2021, mencatatkan kasus baru 3.779 menjadi 4.167.511, menurun dari hari kemarin yang mencatatkan 5.001.

Grafik per provinsi kondisi COVID-19 tanggal 12 September 2021 – Dokumentasi BNPB

Angka kematian harian tercatat 188, yang menjadikan jumlah kematian menjadi 138.889 kasus atau 3,332 persen dari jumlah kasus keseluruhan. Kembali menurun dari catatan kematian harian kemarin, yaitu 270.

Untuk angka kesembuhan, terjadi penambahan sebanyak 9.401 menjadi 3.918.753 atau 94,031 persen dari keseluruhan kasus.

Dari pergerakan data tersebut, penambahan kasus baru untuk sepuluh besar yakni Jawa Barat 567, Jawa Timur 367, DKI Jakarta 306, Sumatera Utara 281, Jawa Tengah 168, Kalimantan Timur 166, Kalimantan Utara 159, Riau 152, Bali 152 dan DI Yogyakarta 146.

Untuk angka kematian terbesar harian, dicatatkan secara berurut oleh Jawa Timur 31, Bali 17, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur masing-masing 14 serta DI Yogyakarta dan Aceh masing-masing 11. Sisanya, mencatatkan angka kematian harian di bawah 10 jiwa.

Sementara itu, per 12 September 2021, pukul 9.19 GMT, berdasarkan data dari worldometers.info terjadi penambahan kasus menjadi 225.175.418 dengan jumlah kematian sebanyak 4.639.867 dan kasus sembuh 201.728.346.

Di tatanan dunia, Indonesia menempati posisi ke 13 untuk jumlah kumulatif kasus. Kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke 6 dengan 3.779 kasus, setelah Filipina 21.441, Rusia 18.544, Thailand 14.029, Mexico 12.511 dan India 4.753.

Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah 334 jiwa, setelah Rusia 788 dan Mexico 675.

Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi keempat dalam total kasus dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 188, diikuti Thailand 180 dan Filipina 168 jiwa.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito, menyampaikan bahwa dalam hal penanganan COVID-19 di tanah air perlu adanya perubahan perilaku secara disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito, Minggu (12/9/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Analoginya masker dan vaksinasi itu seperti payung saat musim hujan. Kita tahu kalau payung tidak bisa menghentikan hujan, akan tetapi bisa melindungi para pengguna payung dari air hujan,” kata Ganip dalam keterangan pers tertulis, Minggu (12/9/2021).

Ia menegaskan bahwa penggunaan masker dan vaksinasi tidak akan menghilangkan COVID-19. Akan tetapi, mampu melindungi dari terpapar dan mencegah terjadinya pemburukan jika terpapar.

“Penggunaan masker dapat melindungi kita dari paparan COVID-19, vaksinasi juga mampu mencegah terjadinya pemburukan apabila terpapar. Jadi vaksinasi jalan, masker juga jalan terus” ucapnya.

Berdasarkan data vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (11/9) menyebutkan bahwa capaian vaksinasi di Kabupaten Malang dosis pertama sebesar 23,26 persen dan dosis kedua 11,11 persen.

Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur capaian dosis pertama sebesar 36,31 persen dan dosis kedua 19,85 persen. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi ke 7 dalam pencapaian vaksinasi skala nasional.

Lihat juga...