Update Covid-19, Angka Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Turun Lagi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Indonesia terus menunjukkan tren penurunan angka kematian harian dan kasus baru harian Covid-19, bahkan angka kematian harian tertinggi di bawah 50 jiwa.

Data update dari Badan Pengendalian Bencana Nasional (BNPB) pada Jumat, 10 September 2021, mencatatkan kasus baru Covid-19 sebesar 5.376, menurun dari hari kemarin yang mencatatkan 5.990. Sehingga total kasus Covid-19 hari ini menjadi 4.158.731.

Angka kematian harian juga menurun. Jika sebelumnya angka kematian harian tercatat 334 kasus, kini angka kematian baru akibat Covid-19 menurun jauh menjadi 315. Sehingga total kematian hingga hari ini 138.431 kasus, atau 3,328 persen dari jumlah kasus keseluruhan.

Sementara itu angka kesembuhan juga terjadi penambahan sebanyak 14.356, menjadi 3.901.766 atau 93,821 persen dari keseluruhan kasus.

Epidemiolog Universitas Griffin Australia, Dicky Budiman, Senin (31/5/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Adapun sepuluh besar provinsi penyumbang penambahan kasus baru Covid-19, yakni Jawa Barat 540, Jawa Timur 515, Jawa Tengah 505, Sumatera Utara 350, DKI Jakarta 261, Bali 253, Aceh 250, Kalimantan Timur 242, DI Yogyakarta 212 dan Kalimantan Utara 205.

Angka kematian terbesar harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Timur 49, Jawa Tengah 47, Aceh dan Kalimantan Selatan masing-masing 21, Lampung 15, Bali, DI Yogyakarta dan Kalimantan Utara, masing-masing 13, Riau, Sulawesi Tengah dan DKI Jakarta masing-masing 12, Papua 11, Kalimantan Timur 10, Sumatera Barat 9 serta Jawa Barat, Bangka Belitung dan Sulawesi Utara masing-masing 8.

Sementara itu pada hari yang sama, Jumat 10 September 2021, pukul 10.06 GMT, worldometers.info melaporkan terjadi penambahan kasus menjadi 224.123.007 dengan jumlah kematian 4.622.562 dan kasus sembuh 200.720.261.

Hingga hari ini, Indonesia masih menempati posisi posisi ke-13 untuk jumlah kumulatif kasus. Sedangkan kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke-6 dengan 5.376 kasus, Rusia 18.341, Philipina 17.964, Mexico 14.828, Thailand 14.403 dan Jepang 10.397. Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ke tiga dengan jumlah 334 jiwa, setelah Rusia 789 dan Mexico 730.

Sementara itu dari 49 negara di Asia, Indonesia juga masih menempati posisi ke-4 dalam total kasus 4.153.355, dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 334, diikuti Thailand 189 dan Philipina 168 jiwa.

Menanggapi menurunnya jumlah kasus baru dan angka kematian harian, Epidemiolog Universitas Griffin Australia, Dicky Budiman, menyatakan jika hal itu bukan sinyal untuk menurunkan kewaspadaan pada Covid-19.

“Karena ada varian baru, yaitu varian Mu yang memiliki sifat menurunkan efikasi vaksin dan antibodi. Dan, penyintas Covid-19 juga memiliki potensi untuk terpapar varian Mu ini,” kata Dicky.

Ia juga menyebutkan, bahwa varian Mu ini tingkat penularannya cepat. Karena dalam waktu sembilan bulan sudah terdeteksi di 43 negara.

“Saya mendukung kebijakan pemerintah untuk memperketat pintu masuk negara. Tidak cukup hanya menunjukkan hasil tes yang negatif. Tapi, harus karantina efektif 7 hari bagi yang sudah vaksin dan saat dites negatif. Atau 14 hari bagi yang belum vaksin dan saat dites negatif,” ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk menerapkan 5M (memakai masker – mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir – menjaga jarak – menjauhi kerumunan – membatasi mobilitas dan interaksi) secara disiplin.

“Dan, pemerintah terus melakukan 3T (testing – tracing – treatment) secara masif dan mendorong cakupan vaksinasi bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...