Update COVID-19, Lima Provinsi Catat Kematian di Atas 10 Jiwa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pada tanggal 19 September 2021, Indonesia  terus menunjukkan penurunan, baik kasus baru maupun angka kematian harian, terkait COVID-19.

Sesuai dengan update dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 19 September 2021, mencatatkan kasus baru 2.234, yang menjadikan keseluruhan kasus adalah 4.190.763. Kasus baru ini menunjukkan penurunan dari hari kemarin, yang mencatatkan 3.385.

Angka kematian harian tercatat 145 yang menjadikan jumlah kematian menjadi 140.468 kasus atau 3,351 persen dari jumlah kasus keseluruhan. Angka ini menurun dari catatan kematian harian kemarin, yaitu 185.

Grafik per provinsi kondisi COVID-19 tanggal 19 September 2021 – Dokumentasi BNPB

Untuk angka kesembuhan, terjadi penambahan sebanyak 6.186 menjadi 3.989.326 atau 95.193 persen dari keseluruhan kasus.

Dari pergerakan data tersebut, penambahan kasus baru untuk sepuluh besar yakni Jawa Timur 234, Jawa Tengah 219, Jawa Barat 170, DKI Jakarta 155, Sumatera Utara 145, Bali 115, Aceh 111, DI Yogyakarta 106, Kalimantan Timur 84 dan Sulawesi Selatan 78.

Untuk angka kematian harian di atas 10 jiwa dicatatkan secara berurut oleh Sumatera Utara 17, Jawa Timur 16, Bali 14, Aceh 12 dan Jawa Tengah 11. Provinsi lainnya mencatatkan angka kematian harian di bawah 10 jiwa.

Sementara itu, per 19 September 2021, pukul 10.26 GMT, berdasarkan data dari worldometers.info terjadi penambahan kasus menjadi 229.010.246 dengan jumlah kematian sebanyak 4.701.598 dan kasus sembuh 205.618.889.

Di tatanan dunia, Indonesia menempati posisi ke 13 untuk jumlah kumulatif kasus. Kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke 10 dengan 2.234 kasus, setelah Rusia 20.174, Filipina 19.271, Thailand 13.576, Mexico 11.711, Jepang 4.702, Ukraina 3.983, Kazakhstan 2.781, Mongolia 2.777 dan Pakistan 2.580.

Untuk angka kematian harian, Indonesia menempati posisi keempat dengan angka 145, setelah Rusia 793, Mexico 765 dan Filipina 205.

Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi keempat dalam total kasus dan penyumbang kedua kasus kematian harian terbanyak, yaitu 145, setelah Filipina 205.

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, mengungkapkan langkah yang perlu diambil Indonesia saat ini adalah pemulihan.

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, Senin (31/5/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Indonesia bikin peta jalan pemulihan dari sekarang. Untuk mempersiapkan transisi dari pandemi ke epidemi lalu nanti berakhir di endemi,” kata Dicky.

Hal ini, lanjutnya, perlu dilakukan agar Indonesia menjadi negara terakhir yang keluar dari status pandemi.

“Yang memutuskan itu WHO, statusnya masih pandemi atau tidak. Syaratnya adalah COVID-19 dinyatakan terkendali, dengan memenuhi kriteria positivity rate ada pada angka nol persen atau nol koma sekian persen, angka infeksi hanya 10 per kapita atau angka kematian hanya satu per kapita dan vaksinasi sudah mencapai 85 persen,” ucapnya.

Untuk mencapai itu semua, ia menyebutkan pemerintah dapat menjaga konsistensi 3T (testing – tracing – treatment), memfasilitasi 5M (menjaga jarak – memakai masker – mencuci tangan – mengurangi mobilitas – menghindari kerumunan) dan meningkatkan cakupan vaksinasi.

“Masyarakat harus disiplin menjalankan 5M, mendukung 3T dan mau divaksinasi. Agar Indonesia cepat keluar dari status pandemi,” pungkasnya.

Lihat juga...