Update Covid 5 September, Angka Kasus Kematian Harian Terus Menurun

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pada tanggal 5 September 2021, Indonesia masih mencatatkan penurunan angka kasus baru, dengan sedikit peningkatan pada angka kematian harian.

Sesuai dengan update dari Badan Pengendalian Bencana Nasional (BNPB) pada Minggu, 5 September 2021, mencatatkan kasus baru 5.403 menjadi 4.129.020, menurun dari hari kemarin yang mencatatkan 6.727. Angka kematian harian tercatat 392, yang menjadikan jumlah kematian menjadi 135.861 kasus atau 3,290 persen dari jumlah kasus keseluruhan.

Untuk angka kesembuhan, terjadi penambahan sebanyak 10.191 menjadi 3.837.640 atau 92,943 persen dari keseluruhan kasus.

Dari pergerakan data tersebut, penambahan kasus baru untuk sepuluh besar yakni Jawa Tengah 625, Jawa Timur 448, Sumatera Utara 393, Jawa Barat 355, DKI Jakarta 303, Kalimantan Timur 293, Aceh 262, DI Yogyakarta 260, Bali 251 dan Riau 182.

Untuk angka kematian terbesar harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Tengah 89, Jawa Timur 70, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan masing-masing 22, Aceh dan Riau masing-masing 21, Bali 18, Kalimantan Selatan 12, DKI Jakarta 11, Jawa Barat dan Sulawesi Tengah masing-masing 9, Bangka Belitung 8 serta Sumatera Selatan 7.

Sementara itu, per 5 September 2021, pukul 8.53 GMT, berdasarkan data dari worldometers.info terjadi penambahan kasus menjadi 221.182.568 dengan jumlah kematian sebanyak 4.576.751 dan kasus sembuh 197.673.570.

Di tatanan dunia, Indonesia menempati posisi posisi ke 13, untuk jumlah kumulatif kasus. Kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke 5 dengan 5.403 kasus, setelah Philipina 20.019, Rusia 18.645, Mexico 15.586 dan Thailand 15.452. Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah 392 jiwa, setelah Rusia 793 dan Mexico 647.

Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi ke empat dalam total kasus 4.129.020 dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 392, diikuti Thailand 224 dan Philipina 173 jiwa.

Menurunnya jumlah kasus baru dan angka kematian harian di Indonesia tidak bisa dijadikan alasan masyarakat untuk abai pada protokol kesehatan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi, dalam acara Satgas COVID-19, Jumat (9/7/2021). -Foto Ranny Supusepa

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi menyatakan pemerintah menerapkan empat strategi utama dalam mendorong masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Strategi pertama adalah terus mengkampanyekan secara masif dan membangun komunikasi risiko tentang pentingnya protokol kesehatan melalui berbagai media dan kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata Sonny.

Strategi kedua adalah memanfaatkan Duta Perubahan Perilaku (DPP) untuk mengedukasi secara langsung di masyarakat.

“Pada periode 3 Juli hingga 3 September, ada 20.340 DPP yang melakukan edukasi 32 provinsi dan 279 kabupaten/kota. Tercatat ada 7 juta orang masyarakat yang diedukasi dan sudah membagikan 2,5 juta masker,” ucapnya.

Yang ketiga adalah penyelenggaraan program mobil masker, yang saat ini sudah membagikan lebih dari 2 juta masker untuk wilayah Jawa, Bali dan Aceh.

“Strategi keempat adalah melakukan penguatan posko desa atau kelurahan, yang didukung oleh TNI, Polri dan Satgas Daerah, untuk menegakkan disiplin penerapan prokes di masyarakat. Sekaligus penguatan fungsi dari posko itu sendiri,” pungkasnya.

Lihat juga...