Vaksin BCG Langka, Imunisasi Dasar Bayi di Kendari Tertunda  

Petugas kesehatan di Kabupaten Lebak, Banten, mendatangi rumah warga untuk melakukan vaksinasi pada balita, Sabtu (17/10/2020) ANTARA

KENDARI – Dinas Kesehatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut, sebulan terakhir terdapat 100 bayi yang lahir di kota itu belum mendapatkan imunisasi dasar. Hal itu diakibatkan, stok vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG) di daerah tersebut langka atau tidak tersedia.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kendari, Samsul Bahri mengatakan, saat ini pihaknya mengalami kekurangan stok vaksin BCG . Hal itu telah terjadi sejak Agustus lalu. “Kami sudah ke Dinkes Provinsi tapi stoknya tidak ada. Katanya masih menunggu droping dari pusat,” kata dia, Sabtu (18/9/2021).

Kelangkaan stok vaksin tersebut bukan hanya terjadi di Kota Kendari saja, tetapi disebutnya, juga dialami seluruh kabupaten dan kota se-Sultra. Dampaknya, program imunisasi dasar terhadap bayi saat ini ditunda sementara. Jumlah bayi yang membutuhkan tambahan imunitas tubuh cukup besar. Salah satunya Kota Kendari, yang jumlahnya mencapai 100 orang bayi di setiap bulannya.

Ia berharap, pemerintah segera mengadakan vaksin BCG sesegera mungkin, untuk disalurkan kepada bayi mengingat fungsi vaksin yang cukup sentral. “Pemberian vaksin BCG terhadap bayi sangat penting, untuk melindungi bayi dari risiko terpapar virus dan bakteri yang kini perkembangan atau bermutasi sangat cepat. Misalnya saja, virus BCG mampu mencegah penularan kuman mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit tuberculosis,” jelasnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengaku prihatin atas langkahnya vaksin BCG. Dirinya memerintahkan Dinkes Kendari, untuk terus bangun komunikasi dengan provinsi terkait pengadaan vaksin tersebut. “Saya minta Dinkes terus berkoordinasi dengan provinsi, karena pemberian imunisasi dasar kepada balita sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Bahkan ini sudah dianjurkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) agar bayi wajib mendapatkan vaksin,” katanya. (Ant)

 

Lihat juga...