Wanita Pelaku Ekonomi Bisa Ciptakan Perubahan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kehadiran wanita sebagai pelaku ekonomi, merupakan salah satu langkah yang dipercaya mampu menciptakan perubahan dalam kondisi pandemi. Karena wanita yang mampu tetap berperan baik sebaik ibu di rumah, tapi mampu berkiprah di dunia profesional.

Desainer pakaian muslimah, Nina Septiana Nugroho, mempercayai bahwa wanita Indonesia adalah individu berdaya dalam apapun peran yang dimainkannya.

“Keberdayaan merupakan pondasi utama negeri ini, kini dan nanti. Dan saya sangat mendorong setiap wanita untuk menyadari, bahwa dirinya berdaya untuk melakukan sesuatu dan melakukan perubahan. Hal ini bisa saya buktikan dengan keberhasilan Professional Women Week yang baru saja saya gelar pada 20 hingga 24 September lalu. Begitu banyak wanita berdaya yang membagi pengalaman, pola pikir dan wawasan mereka dalam beberapa hari pelaksanaannya,” kata Nina, saat dihubungi, Selasa (28/9/2021).

Aura berdaya ini, lanjutnya sudah diterjemahkan olehnya dalam setiap produk dan aktivitas brand miliknya, Nina Nugroho. Dan, ia bertekad untuk menyebarkan aura #akuberdaya ini pada setiap wanita di Indonesia.

Desainer pakaian muslimah Nina Septiana Nugroho, Jumat (17/9/2021). –Foto: Ranny Supusepa

“Berakhirnya Professional Women Week, menjadi penanda dimulainya gerakan #akuberdaya yang bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan satu juta wanita Indonesia dalam waktu satu tahun. Salah satunya adalah berbagai program pelatihan bagi para perempuan yang fokus, utamanya untuk mendorong keberdayaan kaum perempuan,” ucapnya.

Ia menyatakan, bahwa wanita Indonesia memliki kemampuan untuk menikmati kehidupan terbaiknya dengan mengoptimalkan kontribusi multiperannya, baik perannya di rumah maupun peran lainnya secara profesional.

“Dengan bantuan teknologi dan ilmu yang ada saat ini, perempuan makin terbuka peluangnya untuk mampu menjalani multiperan dalam saat yang bersamaan. Dan, peran yang satu tak mengurangi nilai dari peran yang lain. Cara ini akan makin mempercepat pemulihan ekonomi yang sempat menurun sebagai akibat pandemi,” ucapnya lagi.

Terkait kondisi pandemi, Nina menyebutkan brand-nya Nina Nugroho juga terkena dampaknya. “Ya, terkena juga. Dengan diberlakukannya WFH (Work From Home) artinya tidak menggunakan baju kerja dan karena ada kehati-hatian dalam mengeluarkan anggaran atas dasar ketidakpastian kapan pandemi ini berakhir. Tapi, dengan mengeluarkan produk yang memiliki karakteristik spesifik, kualitas terjaga dan mampu menjawab kebutuhan pasar, ditambah dengan tim yang solid dan memiliki komitmen dalam menjaga nilai positif produk, semuanya bisa teratasi dengan baik,” tuturnya.

Pesaing pun merupakan poin yang menjadi bagian dari penyusunan strategi pemasaran produk.

“Kompetitor itu tidak cuma dari dalam negeri. Tapi, juga dari luar negeri. Dan, masing-masing memiliki poin tersendiri yang harus kita perhatikan juga. Kalau kompetitor asing itu biasanya secara harga. Kalau kompetitor nasional secara jumlah,” tuturnya lagi.

Intinya, tegas Nina, bagaimana dapat bertahan dan terus mengembangkan usaha yang dimilikinya. Dan, ini disampaikannya juga agar setiap perempuan Indonesia bisa melakukan hal yang sama dengan dirinya.

“Untuk market fashion muslim di Indonesia, kondisinya sekarang survival mode-nya. Semua pelaku fashion muslim berupaya untuk tetap hidup di tengah tantangan pandemik dan persaingan yang kian hari kian ketat,” tandasnya.

Sebelumya, Dewi Motik yang menjadi salah satu pembicara dalam gelaran Professional Women Week, mengungkapkan zaman ini memungkinkan seorang perempuan dapat tampil menjadi pebisnis yang andal dan berpotensi untuk bersaing.

“Di zaman serba digital, seorang bisa mengerjakan bisnis sambil mengurus rumah tangga. Bisa sambil menyusui, sambil memasak tinggal pakai handphone. Handphone ini bisa melakukan apapun, mengirim barang bisa dengan cepat dan langsung mendapatkan uang. Jika tidak ada uang, barang tidak ada. Sekarang sudah sangat-sangat berbeda dunia bisnis wanita, jika dibandingkan dengan yang dulu,” ujar Dewi Motik, dalam kesempatan terpisah.

Ia menegaskan, bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan, terutama di masa pandemi seperti sekarang.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Nina Septiana ini, dengan menggagas suatu gerakan yang akan mendorong keberdayaan kaum perempuan. Karena wanita berperan penting menjaga kesehatan diri dan keluarga, sembari terus meningkatkan daya agar menjadi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Lihat juga...