Warga Desa Olean Kembangkan Sistem Irigasi Pertanian Pintar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SITUBONDO – Pengelolaan sektor pertanian semakin berkembang, seiring berjalannya waktu yang semakin modern. Salah satunya, pengelolaan bibit tanaman melon di Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo dengan menggunakan sistem irigasi pertanian pintar.

Kepala Desa Olean, Ansori, mengatakan, pengelolaan irigasi pertanian pintar menjadi landasan penting dalam memanfaatkan lahan terbatas dengan irigasi air yang terkontrol secara baik menggunakan alat mesin pompa air.

“Proses irigasi air tidak lagi menggunakan tenaga manusia secara terus menerus. Sebab, proses penyiraman bibit sampai menjadi pohon, telah termonitor oleh mesin pompa air. Sehingga ketersediaan air cukup setiap saat,” ujar Ansori kepada Cendana News, di Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Senin (6/9/2021).

Ansori mengatakan, pengelolaan irigasi air tidak lain juga berkat dukungan orang yang memiliki pengalaman dalam teknik sirkulasi air yang tersalur ke beberapa bibit tanaman yang ada.

“Dukungan teknis terhadap sektor pertanian sangat penting dari beberapa pihak yang memiliki kemampuan lebih dalam proses pengelolaan sektor pertanian. Hal ini tentunya untuk meningkatkan pengelolaan pertanian. Supaya sektor pertanian turut berkembang di tengah kemajuan zaman,” ucapnya.

Penanaman bibit melon yang dilakukan oleh beberapa pihak, di antaranya Kelompok Sadar Wisata Desa Olean, Kepala Desa Olean, maupun masyarakat desa sekitar, merupakan proses uji coba pertama dalam meningkatkan kemajuan sektor pertanian modern.

Ansori mengatakan, usaha dalam mengembangkan pertanian modern memang dapat dengan mengedukasi masyarakat.

“Sistem pertanian modern yang kami lakukan bertujuan untuk dapat memberikan alternatif pengetahuan kepada masyarakat. Proses produksinya tidak membutuhkan lahan luas dan dengan lahan terbatas juga dapat mengelola beberapa jenis tanaman yang bisa dikonsumsi secara langsung,” jelasnya.

Ansori menambahkan, untuk sistem irigasi pintar memanfaatkan lahan terbatas yang penanamannya menggunakan bahan dasar polybag. Proses irigasi tersebut airnya dipompa oleh mesin yang disalurkan melalui beberapa pipa paralon secara otomatis.

“Proses penyiraman serta pemupukan tanaman sudah berjalan secara otomatis. Kita hanya perlu melakukan proses pruning atau pemangkasan daun, penanaman serta proses panen yang dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Secara terpisah, Budi Waluyo, penggagas utama sistem irigasi pintar, menegaskan, hasil terobosan tersebut juga merupakan upaya meningkatkan mutu hasil pertanian sehingga ekonomi masyarakat juga dapat berkembang lebih maksimal.

“Masyarakat secara keseluruhan mampu untuk mengelola produk pertanian di mana saja. Baik di kota maupun di desa, tentu meningkatnya hasil produksi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Lihat juga...