Warga Pesisir Situbondo Tanam Mangrove Sebagai Pemecah Ombak

Editor: Koko Triarko

SITUBONDO – Warga Desa Selomukti Pesisir, Kecamatan Melandingan, Situbondo, menanam pohon mangrove di sekitar pantai sebagai pemecah ombak dan mencegah abrasi.

Masudi, Ketua RT Desa Selomukti Pesisir, Kecamatan Melandingan, Situbondo, mengatakan angin barat cenderung lebih berpotensi membuat ombak di laut menjadi besar daripada angin yang berasal dari arah timur laut.

“Penanaman bibit mangrove ini bertujuan menjaga stabilitas ombak ke permukaan laut yang sampai ke bibir pantai. Sebab, di bibir pantai terdapat pemukiman warga,” ujar Masudi, di Desa Selomukti Pesisir, Rabu(15/9/2021).

Masudi mengaku, keberadaan tanaman hijau sebagai upaya pemecah terjangan ombak laut masih tersedia cukup baik. Hanya saja, tanaman mangrove yang tersedia masih sangat minim sekali. Warga memnafaatkan tanaman hijau sebagai dasar pemecah ombak laut.

“Sisi kiri dari arah barat, tanaman pemecah ombak sangat minim. Tetapi, dominasi angin kencang arahnya dari barat. Sehingga, penanaman mangrove masih menyisir bagian barat pantai,” ungkapnya.

Menurutnya, Masudi bersama warga Desa sekitar menggunakan lahan seluas 22 hektare yang digunakan sebagai tempat penanaman bibit mangrove di laut.

“Penanaman terbagi di dua tempat, satu tempat ditanami bibit mangrove seluas 10 hektare, sedangkan satu tempatnya lagi seluas 12 hekatare, yang berada di sekitar pemukiman warga Desa Selomukti Pesisir, ” ucapnya.

Masudi menambahkan,  sasaran penanaman bibit mangrove menjorok ke tengah laut, sehingga penyebaran bibit mangrove di bibir pantai cukup sedikit. Menurutnya, orientasinya yakni menangkal ombak besar yang datang dari arah barat.

“Bibit mangrove yang dibutuhkan sebanyak 6000 bibit. Kemudian terbagi ke dalam dua tempat,” tandasnya.

Slamet, warga sekitar, mengatakan upaya penanaman bibit mangrove terkendala oleh beberapa faktor, yang dapat mengakibatkan bibit mangrove sulit tumbuh.

“Batang mangrove sering kali dijadikan tempat kerang, lambat laun batang tersebut sulit tumbuh dan berakibat matinya tanaman mangrove,” ucapnya.

Slamet menambahkan, pertumbuhan bibit mangrove cenderung lama. Proses pembibitan membutuhkan waktu selama tiga bulan.

Lihat juga...