Warga Sleman Budi Daya Buah Kesemek Meksiko, Black Sapote

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Seto Legowo, warga dusun Taman Candimulyo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, sukses membudidayakan komoditas tanaman buah bernilai jual tinggi, Black Sapote, di halaman sekitar rumahnya. 

Tanaman yang biasa disebut Kesemek Mexico ini merupakan tanaman asal Amerika Tengah, yang kaya manfaat karena memiliki kandungan vitamin C empat kali lipat lebih banyak dibandingkan jeruk biasa. Nilai jual buah ini pun terbilang cukup tinggi, yakni mencapai Rp250 ribu per kilogramnya.

“Karena di Indonesia masih cukup langka, maka harganya mahal. Satu biji buahnya bisa mencapai Rp25-50ribu. Sedangkan bibitnya laku dijual Rp50-80ribu,” katanya, Senin (20/9/2021).

Memelihara sejak tiga tahun lalu, Seto mengaku kini memiliki puluhan pohon Black Sapote yang ia tanam di lahan pekarangan maupun ladang miliknya. Selain memperbanyak dan menjual bibitnya, ia juga mengaku menjual buahnya secara online.

“Black Sapote ini bisa berbuah saat sudah memasuki usia 2-3 tahun. Tipenya tidak mengenal musim. Jika sudah mulai berbuah, akan terus berbuah sampai sekitar 8 bulan,” katanya.

Memiliki bentuk mirip sawo, buah Black Sapote dari luar nampak berwarna hijau. Namun jika dibuka, daging buahnya berwarna hitam, serta memiliki tekstur lembut seperti cokelat, sehingga dapat langsung dimakan.

“Satu pohon biasanya bisa menghasilkan ratusan buah. Kalau dihitung bisa mencapai sekitar 100 kilogram. Makin lama usia pohon, buahnya akan makin lebat,” katanya.

Untuk perbanyakan, Seto mengaku menggunakan dua metode, yakni semai biji serta sambung pucuk. Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Metode semai biji dikatakan bisa menghasilkan anakan dalam jumlah banyak. Namun, sistem ini lambat saat proses pembuahan.

“Kalau semai biji, usia 5 tahun baru bisa berbuah. Makanya, saya gabungkan dengan sambung pucuk. Sehingga, anakan sudah bisa berbuah saat usia 3 tahun,” katanya.

Sementara itu,Ranti, penikmat Black Sapote, mengaku menyukai buah Black Sapote karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Selain itu, rasanya juga unik dan tidak seperti buah di Indonesia pada umumnya.

“Rasanya itu manis-manis gimana. Teksturnya lembut sekali, kayak puding. Dan, tentu enak serta mengandung vitamin C tinggi,” ungkapnya.

Lihat juga...