Warga Tambun Selatan Olah Lele Jadi Beragam Varian Produk

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengolah ikan lele menjadi belasan varian produk. Usaha itu telah dijalankan sejak 2012, dan kini menjadi sumber utama penghasilannya.

Sebelas produk itu terdiri dari lima item produk frozen, termasuk abon lele dan enam aneka kerupuk atau kemplang berbahan dasar lele dengan memberdayakan beberapa orang ibu rumah tangga di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, semua alat produksi sudah ada, begitu pun izin produksi, bahkan di rumah produksi di desa Mangun Jaya ada kolam lele juga sebagai bahan baku utamanya,” kata Tya, pelaku UMKM olahan lele, kepada Cendana News, Selasa (7/9/2021).

Hal lain, lanjutnya, limbah produksi yang menjadi perhatiannya, mengingat lokasi produksi di tengah pemukiman, maka soal limbah menjadi perhatian utamanya, bagaimana dikelola dengan baik dan benar agar tidak mengganggu lingkungan.

Tya, pelaku UMKM di Desa Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi mengolah beragam produk berbahan ikan lele, Selasa (7/9/2021). –Foto: M Amin

Menurutnya, tidak sedikit pihak ke tiga beli putus, kemudian di re-pack ulang dengan merek sendiri. Hal itu sudah biasa dan tidak menjadi persoalan, asalkan sesuai dengan jumlah pesanan.

Dalam produksi, ia mengaku masih membatasi terutama untuk jenis frozen seperti otak-otak, bakso lele, dan tiga item lainnya hanya menyesuaikan pesanan. Hal tersebut selain menjaga kualitas, juga karena frozen tidak tahan lama.

Sementara item lainnya seperti kerupuk tulang ikan lele, stik, kerupuk kulit, basreng dan lainnya setiap hari pasti produksi. Sehari bisa menghabiskan bahan baku lele mencapai 5 kilogram. Bahan baku kerupuk menggunakan tepung sagu, tapioka, penyedap rasa dan lainnya, agar lebih renyah dan gurih.

“Saya menjual untuk aneka jenis kerupuk bahan lele, ukuran 50 gram Rp13 ribu. Sampai saat ini membuka galeri sendiri di rumah produksi dan menitip,” ucapnya.

Selain galeri, juga pemasaran online. Menurutnya, sistem online untuk produk berbahan dasar lele lebih efektif, sehari omzetnya cukup lumayan.

“Saya kalau untuk bahan baku menghitungnya mingguan, seminggu sebenarnya stok ada 50 kilogram lele yang telah diolah dengan dipisah-pisah seperti daging, kulit dan tulang,” jelasnya, hanya menyebut omzet lumayan.

Ketua UMKM Tambun Selatan dan Utara, Irwanto, mengakui banyak produk UMKM binaannya di dua wilayah tersebut memiliki keunikan dan pasar sendiri. Seperti olahan lele menjadi aneka produk, yang pemasarannya masih terbatas lingkungan Tambun.

“Seperti olahan lele ini, memiliki tempat produksi yang layak dengan alat memadai. Kami terus melakukan pembinaan agar meningkatkan jumlah produksi, dengan demikian maka penghasilan akan bertambah tentunya,” papar Irwanto.

Lihat juga...