Wisata China Raup Rp82 Triliun dalam Liburan Musim Gugur Saat Pandemi

BEIJING — Industri pariwisata China meraup pendapatan sebesar 37,1 miliar yuan (Rp81,7 triliun) dalam tiga hari libur pertengahan musim gugur yang dibayangi merebaknya kasus baru COVID-19 di wilayah selatan dan timur laut.

Angka sebesar itu sama dengan 78,6 persen dari pendapatan pada periode yang sama 2019 atau sebelum munculnya pandemi, menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China (MCT), Rabu.

MCT juga mencatat adanya 88,2 juta perjalanan wisata selama musim libur yang dimulai pada Minggu (19/9) atau 87,2 persen dari pencapaian periode yang sama 2019.

Pulihnya sektor pariwisata China itu tidak lepas dari pembukaan secara resmi taman hiburan tematik Universal Studios di Beijing yang bertepatan dengan musim liburan yang dikenal dengan Festival Pertengahan Musim Gugur.

Otoritas China menerapkan kebijakan protokol kesehatan yang ketat kepada semua pengunjung objek-objek wisata.

Baik pengunjung maupun pelaku industri pariwisata diwajibkan mengantongi kartu kesehatan.

Selama musim libur yang juga dikenal dengan Festival Kue Bulan itu, pusat-pusat perbelanjaan dan kuliner di China dipadati pengunjung, terutama anak-anak muda.

Selama sepekan terakhir, otoritas kesehatan di China telah bekerja keras mengatasi temuan kasus COVID-19 varian Delta di provinsi Fujian dan provinsi Heilongjiang.

Lebih dari 30 ribu orang di Fujian menjalani tes PCR setelah ditemukan satu kasus baru pada warga setempat yang baru kembali dari Singapura.

Di Harbin, ibu kota Heilongjiang, juga ditemukan satu kasus baru sehingga otoritas setempat menutup semua tempat hiburan, tempat berkumpul masyarakat, dan rumah ibadah.

Libur musim gugur tahun ini juga disemarakkan dengan gelaran Pekan Olahraga Nasional di Xian, provinsi Shaanxi, yang dibuka secara langsung oleh Presiden Xi Jinping beberapa hari yang lalu.

Sampai saat ini China belum membuka akses bagi wisatawan asing. [Ant]

Lihat juga...