Wisatawan Mulai Ramai, Pedagang Malioboro Bersemangat Membuka Kembali Usahanya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah pelaku UKM di kawasan Malioboro Yogyakarta mulai kembali bergairah membuka usahanya, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang terpantau pada akhir pekan kemarin.

Hal ini terlihat dari banyaknya pedagang yang mulai membuka lapaknya secara penuh, baik itu pedagang souvenir, pakaian, hingga kuliner khas Jogja, pada Selasa (7/9/2021).

“Akhir pekan kemarin, Sabtu-Minggu, sudah mulai terlihat ramai. Banyak wisatawan luar daerah yang datang. Makanya kita berani buka sejak tiga hari terakhir,” ujar salah seorang pedagang makanan oleh-oleh khas Jogja, Febrianti (07/09/2021).

Tak hanya para pedagang, mulai ramainya kawasan Malioboro pada akhir pekan kemarin, juga mendorong sejumlah pelaku usaha wisata lainnya seperti kusir andong, hingga tukang becak bersemangat untuk mencari pelanggan.

Kawasan Malioboro yang beberapa waktu terakhir nampak sepi, kini terlihat mulai dipenuhi para penjaja jasa wisata di sepanjang jalan. Puluhan andong dan becak kayuh maupun becak motor terlihat parkir berjajar menunggu wisatawan.

“Sudah mulai mangkal lagi sejak Sabtu kemarin. Ya karena sudah mulai ramai. Meskipun kalau hari-hari biasa seperti ini tak banyak wisatawan yang datang. Tapi mudah-mudahan kedepan bisa semakin ramai,” ungkap salah seorang tukang becak di Kawasan Malioboro, Pulung.

Sebagaimana diketahui, pada akhir pekan kemarin, kawasan wisata Malioboro nampak mulai berangsur ramai oleh wisatawan luar daerah. Mereka datang untuk berwisata, setelah sekian bulan kawasan ini ditutup akibat pandemi.

Salah seorang pedagang makanan oleh-oleh khas Jogja di kawasan Malioboro, Febrianti (kanan), Selasa (07/09/2021). Foto Jatmika H Kusmargana

Dari pantauan, sejumlah bus pariwisata maupun kendaraan pribadi berplat nomot luar daerah nampak berseliweran di kawasan pusat kota Yogyakarta ini. Namun karena pada akhir pekan kemarin DIY masih berstatus PPKM Level IV, maka pihak berwenang pun berupaya menghalau wisatawan luar daerah tersebut.

Hal ini dilakukan sesuai ketentuan pemerintah daerah maupun pusat di wilayah berstatus PPKM Level IV, dimana seluruh objek wisata dilarang buka untuk umum. Termasuk seluruh kegiatan pariwisatanya.

Lihat juga...