21 ODHA di Sikka Mangkir Berobat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 21 Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mangkir berobat atau lost to follow up karena selama 3 bulan berturut-turut tidak mengakses obat Anti Retroviral (ARV).

“Ada 21 orang yang mangkir berobat dan kami sedang mencari mereka,” kata Yan Siga Ketua Komisi Peduli AIDS ( KPA) Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Jumat (15/10/2021).

Yan mengatakan, pihaknya bersama pendamping sebaya terus mengejar guna mengetahui keberadaan mereka agar bisa dipantau supaya tetap mengonsumsi obat ARV.

Dia menambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Warga Peduli AIDS (WPA) sementara kepala desa dan lurah akan dilibatkan kalau sudah saatnya dibutuhkan.

“Mereka semua selama ini mengakses obat di RS TC Hillers Maumere dan sudah 3 bulan tidak datang mengambil obat yang disediakan secara gratis,” sebutnya.

Yan menjelaskan, dari penelusuran sementara pihaknya pun sudah berhasil melacak keberadaan 8 ODHA dan telah meminta mereka agar datang mengambil obat sekalian memeriksakan kesehatan mereka.

“Kami terus melakukan pelacakan agar jangan sampai dirinya menularkan kepada orang lain. Kalau sudah 3 bulan kita agak kesulitan sebab kontaknya susah kalau nomor teleponnya diganti,” ujarnya.

Yan menambahkan, para ODHA wajib berobat gratis dan sebulan sekali harus mengambil obatnya di rumah sakit dan sekalian dicek kondisinya.

Dia katakan rata-rata ODHA tersebut sudah berkeluarga dan KPA Sikka terus melacak agar bisa ditemukan dan diberikan penyadaran agar jangan menularkannya kepada orang lain.

“Ada beban moral bagi kami karena mereka rentan sekali menularkan kepada orang lain apalagi saat berhubugan badan. Ini yang kami takutkan sehingga kami terus melacak keberadaan mereka,” tuturnya.

Lihat juga...