Angin Kencang Pengaruhi Masa Panen Buah Mangga di Situbondo

Editor: Koko Triarko

SITUBONDO – Angin kencang terus terjadi di masa musim pancaroba, khususnya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan menyebabkan pertumbuhan buah mangga mengalami keterlambatan.

Salah satu pedagang buah mangga, Sanam, warga Desa Talkandang, Kecamatan-Kabupaten Situbondo, mengatakan masa panen raya buah mangga di Situbondo mengalami kemunduran. Seharusnya, panen raya mangga sudah terjadi pada bulan ini.

“Akhir-akhir musim penghujan, bibit dari bunga mangga sendiri sudah mulai tumbuh. Kemudian berlanjut di pertengahan musim kemarau, pertumbuhan buah mangga sudah besar, dan siap untuk proses panen raya,” ujar Sanam, di Patokan, Situbondo, Rabu (13/10/2021).

Sanam mengatakan, pertumbuhan bibit bunga yang nantinya menjadi buah mangga saat ini tidak begitu maksimal. Salah satu penyebabnya kondisi angin yang terjadi sangat kencang, mengakibatkan bibit bunga banyak yang rusak.

Sanam, pedagang buah mangga di Patokan, Kecamatan-Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

“Angin kencang itu yang membuat bibit bunga mangga banyak yang jatuh, sehingga pertumbuhan buah mangga melambat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sanam mengatakan pertumbuhan mangga yang melambat mengakibatkan persediaan menurun. Pasalnya, ketersediaan mangga menjadi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Akibatnya, harga buah mangga mengalami kenaikan.

“Kalau dari petani mangga sendiri harga sebesar Rp10.000 per satu kilogram  untuk jenis buah mangga arum manis. Sedangkan untuk jenis buah mangga gadung harganya Rp16.000,” ungkapnya.

Sementara itu, Sanam menjual buah mangga jenis arus sebesar Rp12.500 satu kilogram, sedang buah mangga jenis gadung Rp.20.000.

Terpisah, pedagang buah mangga lain, Niwati, warga Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Situbondo, mengatakan ketersediaan buah mangga yang biasa dikirim langsung oleh pengepul belum maksimal. Masih beberapa pengepul saja yang datang  mengirim buah mangga yang dipesan.

“Pengepul yang biasa menjadi langganan masih terbatas yang datang. Jumlah buah yang diberikan juga berkurang. Karena persediaannya berkurang, harga jualnya juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga mangga juga mulai terjadi dari petaninya sendiri,” ucapnya.

Lihat juga...