Bangli Kuasai 54 Persen Produksi Telur di Bali

BANGLI  – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, mengungkapkan, Kabupaten Bangli menguasai 54 persen produksi telur di Bali, saat menghadiri pelatihan UMKM di museum Gunung Batur, Bangli, Selasa.

“Potensi di Kabupaten Bangli ini sangat luar biasa, bahkan di masa pandemi ini masyarakat bisa bertahan. Bisa berkarya melalui UMKM terutama di sektor pertanian dan peternakan. Kabupaten Bangli hampir 54 persen menguasai produksi telor di Bali,” kata Bupati Bangli saat menyampaikan pidatonya pada pelatihan UMKM kerjasama Dekranasda Bangli dengan PT Indomarko.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Dekranasda Bangli Sariasih Sedana Arta, Ketua WHDI Kabupaten Bangli Suciati Diar, Ketua GATRIWARA Bangli Sukma Suastika, Ketua Persatuan Darma Wanita Bangli Dayu Suardini Giri Putra, Branch Manager PT Indomarko Bali Hubertus Budiantoro dan Kadisperindag I Wayan Gunawan di Museum Gunung Api Batur, Bangli.

Bupati menambahkan juga ingin mengajak kepada seluruh pelaku UMKM agar di masa sulit ini harus berani melakukan inovasi-inovasi terkait produk dibuat.

Dengan diadakannya pelatihan kewirausahaan harus diikuti sangat serius, sehingga produk-produk usaha kecil di kabupaten ini mampu bangkit nantinya bisa bersaing di ranah dunia modern seperti ini. Pelatihan-pelatihan seperti ini mudah-mudahan bisa berlanjut ke depannya.

Ia minta kepada pengusaha UMKM di Kabupaten Bangli ini bisa mulai mengerti dan memahami tentang beberapa aspek seperti bahan, rasa, desain packaging terhadap produk unggulan masing-masing.

“Dengan diadakan pelatihan seperti ini mudah-mudahan bisa masuk atau diterima oleh gerai-gerai Indomaret ataupun di swalayan-swalayan besar, ” katanya.

Branch Manager PT Indomarko Bali Hubertus Budiantoro menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bupati Bangli di acara pelatihan ini.

“Kegiatan CSR ini merupakan kegiatan Indomaret yang bekerjasama dengan DEKRANASDA Kabupaten Bangli, hal ini sebagai wujud nyata bahwa Indomaret selalu bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Bangli untuk maju dan berkembang bersama dengan tujuan mengajak masyarakat dan pelaku UMKM agar terus berkembang di tengah pandemi covid-19,” katanya.

​​​​Pelatihan UMKM ini telah masuk menjadi kalender rutin setiap tahunnya dan dilaksanakan secara bergilir di setiap kabupaten, tambah Hubertus. (Ant)

Lihat juga...